//

EVALUASI SARANA EVAKUASI DI KAWASAN PERKANTORAN (STUDI KASUS: BAPPEDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang MUNTADHAR ABDUL FATTAH - Personal Name

Abstrak/Catatan

Latar belakang letak geologis menunjukkan bahwa Kota Banda Aceh rawan terhadap bencana alam seperti gempa, tsunami dan banjir. Bangunan gedung pada kawasan rawan bencana harus direncanakan sesuai dengan standar-standar dan peraturan yang berlaku sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna bangunan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh merupakan salah satu kantor pemerintahan yang bertugas merencanakan pembangunan daerah sehingga sasaran yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. Bappeda terletak di jalan Tgk. Daud Beureueh, yang terdiri dari 4 (empat) lantai dengan jumlah karyawan sebanyak 200 orang (Bappeda, 2015). Bangunan ini secara umum belum memenuhi syarat atau standar bangunan rawan bencana seperti UU RI No.28 Tahun 2002, dan beberapa SNI terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kelayakan jalur evakuasi di Kantor Bappeda Aceh, mengetahui persepsi pengguna atau karyawan mengenai jalur evakuasi bencana di Kantor Bappeda Aceh serta merumuskan strategi manajemen penanggulangan resiko bencana di Kantor Bappeda Aceh. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis SWOT dan AHP. Berdasarkan hasil kuesioner kepada para pegawai dan keamanan serta masyarakat dapat diambil beberapa faktor penting yang harus jadi perhatian yaitu: pentingnya pengetahuan tentang kesiapsiagaan terhadap bencana, pentingnya sarana dan prasarana jalur evakuasi seperti sumber peta evakuasi, rambu-rambu, hidran, APAR, titik kumpul, dan sarana komunikasi serta melaksanakan pendidikan dan pelatihan tindak darurat bencana kepada karyawan/keamanan dan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan pejabat ahli, hal yang menjadi perhatian adalah ketersediaan sarana dan prasaran emergency exit serta anggaran dan pemeliharaan fasilitas. kesiapan SDM (kuantitas dan kualitas), koordinasi yang baik serta tersedianya standar operasional prosedur (SOP) tentang bencana. Berdasarkan analisis AHP dapat disimpulkan untuk meningkatkan kualitas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Kantor Bappeda diperlukan strategi “Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengurangan risiko bencana”.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

AGLOMERASI DAN PEMANFAATAN RUANG DI KOTA BANDA ACEH (AYU ELA PUSPITA DEWI, 2016)

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN PERKANTORAN PEMERINTAHAN KABUPATEN ACEH SINGKIL (Darma Arifin, 2020)

PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI (STUDI KASUS : DESA DEAH GLUMPANG, DESA LAMBUNG, DAN DESA COT LAMKUWEH, KECAMATAN MEURAXA, KOTA BANDA ACEH) (Vimia Nabila Putri, 2016)

STUDI EVALUASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS: ULEE LHEUE, DEAH GLUMPANG, LAMBUNG, BLANG OI, PUNGE JURONG) (Mursal Fahmi, 2016)

PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI (STUDI KASUS : DESA ALUE DEAH TEUNGOH, DESA DEAH BARO DAN DESA BLANG OI) DI KECAMATAN MEURAXA, KOTA BANDA ACEH (Janu Is Aryanto, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy