//

PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DARI KELUARGA YANG BERCERAI DI KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Muliana - Personal Name

Abstrak/Catatan

Muliana, 2016. Perkembangan Sosial Emosional Anak dari Keluarga yang Bercerai. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: 1) Dr. Anizar Ahmad, M.Pd., 2) Dra. Yuhasriati. M.Pd ABSTRAK Kata Kunci: perkembangan sosial emosional anak, keluarga yang bercerai Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Baik dan buruk pendidikan yang diberikan oleh keluarga akan berdampak kepada perkembangan anak, salah satunya perkembangan sosial emosional. Keutuhan keluarga merupakan faktor mutlak bagi perkembangan anak, karena dengan memiliki keluarga yang utuh anak akan mendapatkan kasih sayang yang sempurna dari ayah dan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku anak dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima orang anak usia 5-6 tahun yang berasal dari keluarga yang bercerai. Hasil penelitian menunjukkan keluarga yang bercerai memberi dampak buruk bagi perkembangan anak, salah satunya perkembangan sosial emosional yaitu anak yang berasal dari keluarga yang bercerai kurang dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, mengalami tekanan, kekerasan, emosi dan perilaku yang tidak terkontrol. Disimpulkan bahwa anak dari keluarga yang bercerai perkembangan perilakunya cenderung kurang baik disebabkan oleh kurang mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya. Perilaku yang ditunjukkan oleh anak, yaitu berupa kekerasan fisik dan verbal. Kekerasan fisik yang dilakukan anak seperti melempar dan membanting ketika keinginan tidak terpenuhi. Selain itu, kekerasan verbal yang dilakukan oleh anak seperti mengancam temannya, berkata kasar, dan mengejek temannya. Perilaku tersebut dapat terjadi disebabkan oleh orang tua yang kurang memberikan kasih terhadap anak-anaknya. Diharapkan orang tua dapat menjalin komunikasi yang lebih baik lagi dengan anak, memberi kasih sayang yang sempurna bagi anak, bertanggung jawab, mendampingi anak, serta memberi penjelasan kepada anak tentang apa yang terjadi di dalam keluarga dan sebaiknya tidak melakukan perceraian agar perkembangan anak tidak terhambat.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KONTRIBUSI USAHATANI KAKAO TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA REULEUT KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA (ERNI LISTIA, 2016)

HUBUNGAN POLA PENGASUHAN DENGAN ASPEK SOSIAL EMOSIONAL ANAK DALAM KELUARGA NELAYAN DI GAMPONG ALUE AMBANG KECAMATAN TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA (YUNI RATNA SARI, 2021)

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PETANI KAKAO DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA, 1999-2014 (Ida Zahara, 2018)

PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN PERAN DI PAUD MADANI BANDA ACEH (Naziratul Husna, 2019)

DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP PROSES AKTIVITAS BELAJAR ANAK DI SEKOLAH (SUATU PENELITIAN PADA SEKOLAH LANJUTAN DI KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA) (Umi Salamah, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy