//

KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT GAYO DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA SUKUT PADA RESEPSI PERNIKAHAN (SUATU PENELITIAN DI KAMPUNG BALE REDELONG KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nursaadah - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT GAYO DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA SUKUT PADA RESEPSI PERNIKAHAN (Suatu Penelitian Pada Masyarakat Gayo di kampung Bale Redelong Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah ) Sukut merupakan salah satu budaya yang ada pada masyarakat Gayo di Kampung Bale Redelong Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah sampai saat ini masih bertahan dan di pertahankan oleh masyarakat di Kampung Bale Redelong dalam acara adat pernikahan. Sukut adalah suatu kelompok yang di bentuk oleh masyarakat Gayo di Kampung Bale Redelong yang memiliki peran sebagai Tuan Rumah pada Resepsi Pernikahan. Masyarakat yang tergolong kedalam Sukut ini sudah dianggap seperti Saudara satu ibu oleh orang yang mempunyai acara pernikahan tersebut .sehingga Sukut tidak terlepas dari masyarakat Gayo di Kampung Bale Redelong dan sukut merupakan salah satu bentuk masih eratnya sikap kekeluargaan ,kekerabatan dan juga sikap tolong-menolong dalam masyarakat Gayo di Kampung Bale Redelong pada Resepsi Pernikahan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui cara masyarakat Gayo yang ada di Kampung Bale dalam mempertahankan Sukut hingga saat ini. Teori yang digunakan Penelitian adalah Teori Gemeinschaft yang dikemukan oleh Ferdinand Tonnies yaitu teori ini melihat kehidupan bersama anggota-anggotanya diikat dalam hubungan batin bersifat alamiah dan bersifat kekal.jenis penelitan ini adalah Kualitatif dengan menggunakan pengumpulan data melalui observasi pada lokasi penelitian.wawancara terhadap informan secara terbuka. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Budaya sukut ini masih tetap di pertahakan dan dilestarikan oleh masyarakat Gayo di Kampung Bale Redelong meskipun sudah banyak Budaya –budaya baru dari Masyarakat pendatang yang masuk di Kampung Bale ,namun Budaya Sukut ini masih tetap di pakai dan terus diprtahankan hingga saat ini oleh masyarakat dengan cara Sukut itu di pandang sebagai salah satu budaya yang memiliki banyak nilai –nilai positif ,masyarakat menganggap sukut sebagai aset leluhur yang harus tetap di perthankan agar tidak hilang dimakan oleh zaman yang sudah semakin praktis dan modern. Kata kunci: Ketahanan Sosial, Masyarakat Gayo ,Budaya Sukut

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PELESTARIAN UPACARA ADAT EJER MARA DI KAMPUNG BALE REDELONG KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (ANDI FITRA, 2019)

LARANGAN PERKAWINAN SATU KAMPUNG DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DI KECAMATAN BUKIT KEBUPATEN BENER MERIAH (Rina Damayanti, 2021)

INTERAKSI SOSIAL ANTARA ETNIS JAWA DENGAN ETNIS GAYO DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (1978-2010) (Nera Maya, 2020)

ASIMILASI DAN PERGESERAN NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT GAYO DI KECAMATAN PINTU RIME GAYO KABUPATEN BENER MERIAH (RAMADHAN, 2016)

PERGESERAN NILAI BUDAYA DALAM PENGGUNAAN PAKAIAN PENGANTIN DI KUTAPANJANG KABUPATEN GAYO LUES (Arma Ariga, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy