KEBIJAKAN PEMERINTAH ACEH DALAM UPAYA PENANGGULANGAN TAMBANG EMAS TRADISIONAL DI PROVINSI ACEH (STUDI KASUS DI GUNUNG UJEUN, KABUPATEN ACEH JAYA). | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

KEBIJAKAN PEMERINTAH ACEH DALAM UPAYA PENANGGULANGAN TAMBANG EMAS TRADISIONAL DI PROVINSI ACEH (STUDI KASUS DI GUNUNG UJEUN, KABUPATEN ACEH JAYA).


Pengarang

Ambia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204108010084

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Pertambangan (S1) / PDDIKTI : 31201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Meningkatnya kebutuhan ekonomi membuat manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan pertambangan emas rakyat. Akhir-akhir ini marak terjadi Pertambangan Tanpa izin (PETI) yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia, dan khusus di Provinsi Aceh salah satunya terdapat di wilayah Gunung Ujeun, Kabupaten Aceh Jaya. Metode penambangan emas yang dilakukan oleh para penambang tradisional di Gunung Ujeun, Kabupaten Aceh Jaya menggunakan metode Amalgamasi, dimana pada saat pengolahan untuk memisahkan emas terhadap pengotornya menggunakan logam berat berupa Merkuri yang dapat merusak lingkungan di sekitarnya. Akibat aktivitas penambangan tradisional tersebut, Pemerintah Aceh telah mengkaji dari berbagai aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Sehingga mengeluarkan kebijakan berupa penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di daerah Gunung Ujeun, yang mana bertujuan memberikan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), sehingga akan tercapai Good Mining Practice.
Kata Kunci: PETI, WPR, IPR, Amalgamasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK