//

ANALISIS PERBANDINGAN KEPADATAN MAKSIMUM BERDASARKAN MODIFIED PROCTOR DENGAN SARINGAN YANG BERBEDA MENGGUNAKAN SNI-1743-2008 (CARA A DAN C)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Jumelia Ardika - Personal Name

Abstrak/Catatan

Seiring dengan berkembangnya zaman, maka teknologi semakin hari semakin canggih begitu juga dengan kebutuhan akan infrastrukur yang semakin hari semakin bertambah akibat banyaknya pertumbuhan penduduk. Oleh sebab itu sangatlah di butuhkan pengujian keadaan tanah agar infrastruktur tersebut dapat berdiri kokoh. Kepadatan di bagi menjadi dua kepadatan ringan (Standar Proctor) dan kepadatan berat (Modified Proctor). Maka oleh sebab itu di lakukan penelitian ini dengan tujuan untuk membandingkan nilai kepadatan maksimum berdasarkan Modified Proctor dengan menggunakan cara A dan C. Pengujian pemadatan ini hanya di bedakan pada nomor saringan, untuk cara A digunakan nomor saringan 4 (4,75 mm) dan cara B digunakan nomor saringan ¾ (19,00 mm). Untuk mengetahui hasil kepadatan berat tanah itu sendiri dengan menggunakan metode pengujian SNI 1743 Tahun 2008 dan ASTM yang tanahnya berasal dari Desa Blang Nisam Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur. Tanah yang digunakan pada penelitian ini adalah tanah lempung yang berasal dari 7 (tujuh) titik lokasi. Pada titik 1 nilai indeks plastisitasnya 13,505%, pada titik 2 indeks plastisitasnya 12,594, pada titik 3 indeks plastisitasnya 12,075, pada titik 4 indeks plastisitasnya 15,104, pada titik 5 indeks plastisitasnya 16,597, pada titik 6 indeks plastisitasnya 17,927, dan pada titik 7 indeks plastisitasnya 12,883. Berdasarkan klasifikasi AASHTO tanah tersebut tergolong jenis tanah berlempung dengan simbol A-6. Menurut USCS tanah tersebut termasuk golongan tanah Lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai sedang, lempung berkerikil, lempung berpasir, lempung berlanau, lempung kurus (CL). Hasil pengujian kepadatan berat maka akan diperoleh hasil selisih perbandingan nilai kadar air optimum/Optimum Moisture Content (OMC) 0,006-0,065% dan berat volume kering maksimum/Maksimum Dry Density (MDD) 0,050-0,067 (gr/cm3). Dan untuk hasil penelitian perbandingan Modified Proktor dengan menggunakan cara A (saringan No.4) dan C (saringan No. ¾) yang dilakukan dilabortorium dapat disimpulkan bahwa, hasil dari pengujian pemadatan lebih besar apabila menggunakan cara C. Kata kunci : Kepadatan, Modified Proctor, Standar Proctor, Plasticity Indeks.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS PERBANDINGAN KEPADATAN NILAI MODIFIED PROCTOR DAN STANDARD PROCTOR DI LABORATORIUM DENGAN KEPADATAN NILAI SAND CONE DI LAPANGAN (Hendra Syahputra, 2016)

ANALISIS PERBANDINGAN KEPADATAN MAKSIMUM BERDASARKAN MODIFIED PROCTOR DENGAN SARINGAN YANG BERBEDA MENGGUNAKAN SNI-1743-2008 (CARA A DAN C) (Jumelia Ardika, 2016)

PERBANDINGAN KEPADATAN RINGAN CARA A DENGAN KEPADATAN BERAT CARA B MENURUT SNI 1976:2008 (Mona Lathiffatunnur, 2019)

ANALISIS PERBANDINGAN KEPADATAN DENGAN METODE STANDARD DAN MODIFIED PROCTOR TERHADAP TANAH DESA COT SEUNONG YANG DISTABILISASI KAPUR (FAZAL HURRI IDRIS, 2014)

PERBANDINGAN KEPADATAN RINGAN CARA A DAN CARA B MENURUT SNI 1976-2008 (Yulia Hafsah, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy