//

PENGARUH INTERSEPSI HUJAN OLEH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL AIR SEBAGAI INFLOW WADUK

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang T. Muhammad Sulaiman Ubit - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Intersepsi adalah proses ketika air hujan yang jatuh pada permukaan vegetasi tertahan beberapa saat kemudian diuapkan atau mengalir ke tanah. Air hujan yang jatuh pada permukaan tajuk tanaman akan mencapai permukaan tanah melalui dua proses yaitu air lolos (throughfall) dan aliran batang (stemflow). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intersepsi hujan oleh perkebunan sawit terhadap hasil air sebagai inflow waduk. Didaerah lokasi penelitian banyak terjadi alih fungsi lahan dari hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Alih fungsi lahan akan mempengaruhi hasil air terhadap waduk. Penelitian ini dilaksanakan dikawasan kebun kelapa sawit yang terletak di Desa Suka Makmu, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan penelitian meliputi pengukuran intersepsi dan analisa hasil air berdasarkan hujan yang terintersepsi dan hujan yang tidak terintersepsi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini meliputi pengukuran hujan langsung di lapangan, pengukuran intersepsi hujan pada vegetasi amatan dan pengumpulan data hujan dari stasiun pencatatan hujan yang ada. Untuk mengetahui besarnya nilai intersepsi air hujan dapat dilakukan melalui pendekatan neraca volume yaitu dengan mengukur curah hujan pada saat penelitian dan air lolos. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan antara curah hujan dengan intersepsi hujan. Hubungan ini membentuk persamaan regresi yang digunakan dalam menghitung besarnya intersepsi hujan oleh perkebunan kelapa sawit. Dari hasil perhitungan didapatkan intersepsi yang terjadi pada pohon kelapa sawit adalah sebesar 60,35 % dari total hari hujan sebesar 331,5 mm. Dengan persamaan regresi linier, dimana I perbanding lurus dengan Pg sehingga didapat rumusan regresi yaitu I = 0,594 Pg + 0,115. I merupakan intersepsi dan Pg adalah curah hujan kotor. Berdasarkan hasil simulasi dengan metode RIPPL diperoleh kebutuhan air sebesar 1.684.981 m3. Bila diasumsikan kondisi lahan adalah hutan primer, maka hasil air yang diperoleh adalah 35,57 x 109 m3. Perubahan lahan hutan primer menjadi kebun kelapa sawit menyebabkan penurunan hasil air pada periode hujan yang sama. Periode hujan yang dianalisa selama 30 tahun data. Hasil air yang dihasilkan oleh DAS kelapa sawit sebesar 33,08 x 109 m3. Kata kunci: intersepsi hujan, kelapa sawit, hutan primer, hasil air

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH INTERSEPSI HUJAN PADA KELAPA SAWIT TERHADAP LUAS SAWAH YANG MAMPU DIALIRKAN OLEH IRIGASI (Muhammad Shah Reza, 2015)

PENGARUH INTERSEPSI HUJAN PADA KELAPA SAWIT TERHADAP DEBIT BANJIR (STUDI KASUS DAS SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA) (Khairuddin, 2016)

STUDI PENGARUH INTERSEPSI LAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KETERSEDIAAN AIR (WATER BALANCE) PADA BEBERAPA SUB DAS DI KABUPATEN NAGAN RAYA (MEYLIS SAFRIANI, 2016)

PEMETAAN POTENSI KONVERSI KAWASAN HUTAN MENJADI LAHAN KELAPA SAWIT DENGAN ANALISIS SPASIAL DI KABUPATEN BIREUEN (Naufal, 2018)

INTERSEPSI POHON MAHONI (SWIETANIA MAHAGONI) DAN PINUS (PINUS MERCUSII) DIKABUPATEN ACEH TENGAH (Dessy Wahyuni, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy