//

KETERLIBATAN NON GOVERNMENT ORGANIZATION (NGO) PEREMPUAN DALAM PROGRAM REINTEGRASI PASCA KONFLIK (STUDI PADA BALAI SYURA UREUNG INONG ACEH, FLOWER ACEH DAN PUSAT STUDI WANITA UIN AR-RANIRY DI KOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang riki ramdani - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK KETERLIBATAN NON GOVERMENT ORGANIZATION (NGO) PEREMPUAN DALAM PROGRAM REINTEGRASI PASCA KONFLIK (Studi Pada Balai Syura Ureung Inong Aceh, Flower Aceh dan Pusat Studi Wanita UIN Ar-Raniry di Kota Banda Aceh) Kiprah dan keterlibatan perempuan Aceh dibagi menjadi tiga masa, yaitu pada masa konflik, masa menjelang damai dan pada masa damai. Untuk melestarikan perdamaian, keterlibatan semua elemen masyarakat sipil sangat dijunjung tinggi agar kesenjangan perdamaian tidak terjadi. Hal tersebut menarik untuk diteliti, dimana penelitian ini ingin mengetahui keterlibatan Non Government Organization (NGO) perempuan sebagai satu kesatuan masyarakat sipil berbasis perempuan Aceh dalam program reintegrasi pasca konflik, khususnya NGO perempuan di Kota Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah gerakan sosial Alberto Melucci yang selanjutnya dijadikan sebagai kerangka teori. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga organisasi yang menjadi fokus penelitian, dua organisasi non pemerintahan/NGO yaitu Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) dan Flower Aceh, serta satu organisasi pemerintahan yaitu Pusat Studi Wanita (PSW) UIN Ar-Raniry. Ketiga organisasi ini memiliki keterlibatan yang berbeda dalam program reintegrasi pasca konflik. Dimana BSUIA terlibat mengadvokasi lahirnya Qanun Komisi Kebenaran Rekonsiliasi (KKR) dan terlibat dalam penyusunan atau mendorong pelaksanaan program reintegrasi pasca konflik yang responsive gender. Untuk Flower Aceh keterlibatnnya dalam program reintegrasi pasca konflik adalah penguatan kapasitas perempuan eks kombatan, akar rumput dan korban konflik serta melakukan sosialisasi tentang HAM Perempuan. Sedangkan PSW terlibat melakukan penelitian tentang gender yang kemudian hasilnya dipaparkan dalam Workshop bersama institusi pemerintah terkait untuk mengambil program terhadap permasalahan perempuan eks kombatan dan korban konflik. Serta PSW juga terlibat dalam penyusunan substansi Undang – Undang Pemerintah Aceh (UUPA) dan beberapa anggota PSW menjadi pakar gender di beberapa institusi pemerintahan. Kata Kunci : Keterlibatan, Non Government Organization Perempuan, Reintegrasi Pasca Konflik.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERAN LEMBAGA FLOWER DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN POLITIK PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH PASCA KONFLIK (RIFA UFAIRAH ILYAS, 2016)

PERANCANGAN PUSAT KEGIATAN MAHASISWA UIN AR-RANIRY BANDA ACEH (Ayuni, 2016)

IMPLEMENTASI PEMULIHAN PEREMPUAN KORBAN KONFLIK ACEH PASCA KONFLIK DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL (MAYA PERMATASARI, 2017)

PENGARUH PERSON ORGANIZATION FIT TERHADAPNIAT BERPINDAH : DENGAN KETERLIBATAN KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA GRAPARI TELKOMSEL KOTA BANDA ACEH) (Sri Nanda Novianti, 2019)

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI ORGANISASI BALEE INONG KOTA BANDA ACEH (STUDI PADA BALEE INONG BUNGONG MEULEU KECAMATAN ULEE KARENG ) (Siti Maisarah, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy