PERAN TUHA PEUT DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DI KALANGAN MASYARAKAT (STUDI KASUS: DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PERAN TUHA PEUT DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DI KALANGAN MASYARAKAT (STUDI KASUS: DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA)


Pengarang

MUTTAQIN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110103010072

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Lembaga tuha peut merupakan sebuah lembaga adat yang mempunyai tugas
salah satunya yaitu menyelesaikan sengketa/ konflik yang timbul dalam masyarakat
beserta pemangku adat lainnya. Sengketa/ konflik yang timbul dalam masyarakat
disebabkan oleh berbagai hal baik perbedan pendapat, kepentingan dan lainnya,
begitu juga dengan masyarakat yang ada pada gampong-gampong di Kecamatan
Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Masyarakat saling berinteraksi, dalam melakukan
interaksi tidak tertutup kemungkinan terjadi perbedan pendapat dan kepe ntingan
sehingga berujung pada sebuah sengketa/ konflik. Sengketa yang biasa terjadi seperti
perselisihan tentang hak milik/ warisan, pencurian, perkelahian, pencemaran nama
baik, pertengkaran/ perselisihan antar warga serta perselisihan antar warga . Untuk itu
tuha peut hadir dalam masyarakat guna menyelesaikan dan membantu masyarakat
dalam menyelesaikan konflik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan
dan menganalisis peran tuha peut di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya dan
hambatan-hambatan yang dihadapi ketika menyelesaikan konflik serta solusi lembaga
tuha peut dalam menghadapi hambatan pada penyelesaian konflik. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan tehnik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kepustakaan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tuha peut berperan secara aktif dalam menyelesaikan
konflik, peran tersebut dilihat dari beberapa hal yaitu, tuha peut menjadi mediator,
fasilitator, motivator, serta konseptor dalam penyelesaian sebuah sengketa/ konflik
yang terjadi. Hambatan yang dihadapi tuha peut dalam menyelesaikan sengketa/
konflik adalah sifat egoisme pihak-pihak berkonflik/ bersengketa yang tidak mau
mendengar, menerima keputusan dan alternatif jalan keluar konflik yang disampaikan
oleh tuha peut, kemudian tidak adanya peraturan tertulis gampong yang mengatur
secara subtansi terkait masalah penyelesaian suatu konflik dan selanjutnya kurang
terbukanya masyarakat dalam menyampaikan dan menyerahkan konfliknya ke
lembaga tersebut. Solusi tuha peut ketika menemui hambatan dalam penyelesaian
konflik adalah dengan menyarankan pihak yang bersengketa untuk menyerahkan
konfliknya ke tingkat mukim dan ke tingkat kecamatan.
Kata Kunci : Peran Tuha Peut, Penyelesaian Konflik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK