TINDAK PIDANA MODIFIKASI RANGKA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM DIREKTORAT LALU LINTAS KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

TINDAK PIDANA MODIFIKASI RANGKA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM DIREKTORAT LALU LINTAS KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

MUHARLI NAUFAL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0903101020072

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

TINDAK PIDANA MODIFIKASI RANGKA
KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA
(Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Direktorat Lalu
Lintas Kota Banda Aceh)
(viii,51),pp.,bibl.,app.

i

ABSTRAK

Muharli Naufal,
2016



Nurhafifah, S.H., M.Hum.
Pasal 277 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan
angkutan jalan menyatakan bahwa, Setiap orang yang memasukkan Kendaraan
Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik
Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang
menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan
khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji
tipe dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling
banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah). Berdasarkan data
observasi, teridentifikasi setidaknya beberapa tindak pidana modifikasi mesin dan
rangka kendaraan roda dua di Kota Banda Aceh.
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya tindak
pidana modifikasi rangka kendaraan roda dua, dan menjelaskan alasan-alasan
tidak dilakukannya upaya penindakan terkait tindak pidana modifikasi mesin dan
rangka kendaraan roda dua, serta hambatan dan upaya penanggulangan tindak
pidana modifikasi rangka kendaraan roda dua.
Perolehan data dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan cara penelitian
kepustakaan untuk memperoleh data sekunder yang bersifat teoritis. Sedangkan
penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara
dengan responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak
pidana modifikasi rangka kendaraan roda dua di Kota Banda Aceh meliputi
beberapa faktor, beberapa di antaranya seperti hobi, lingkungan sosial, pergaulan
bebas dan lain-lain. Direktorat Lalu Lintas Kota Banda Aceh dalam penindakan
terkait tindak pidana modifikasi rangka kendaraan roda dua pihaknya kurang
maksimal dalam melakukan proses penindakan terhadap tindak pidana modifikasi
rangka kendaraan roda dua di wilayah hukum Kota Banda Aceh. Hambatan yang
ditemui dalam menanggulangi tindak pidana modifikasi rangka kendaraan roda
dua, meliputi kurangnya fasilitas dan sosialisasi hukum terhadap modifikasi
rangka kendaraan roda dua. Upaya yang digunakan untuk menanggulangi berupa
upaya preventif, kuratif, represif, dan rehabilitatif.
Disarankan untuk lebih menekankan upaya preventif, dan penindakan yang
lebih tegas dan nyata, serta penambahan fasilitas sarana dan prasarana dalam
penanggulangan tindak pidana modifikasi rangka kendaraan roda dua di Kota
Banda Aceh.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK