//

DESKRIPSI LOKASI BERSARANG (NESTING SITE) TAKUR UNGKUT-UNGKUT (MEGALAIMA HAEMACEPHALA) DI KOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang SHINTA VEROLIZA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kata kunci : Lokasi Bersarang, Takur Ungkut-ungkut, Preferensi Bersarang. Penelitian Dyang berjudul deskripsi Lokasi Bersarang (Nesting Site) Takur Ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala) di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar telah dilaksanakan pada bulan Februari 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lokasi bersarang dan mengetahui preferensi pemilihan pohon bersarang burung Takur Ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala). Metode penelitian menggunakan point transek sedangkan Pengumpulan data menggunakan teknik observasi lapangan dengan Parameter penelitian yaitu komponen biotik dan abiotik habitat. Data dianalisis secara deskriptif (komponen biotik dan abiotik) sedangkan untuk preferensi pemilihan pohon bersarang menggunakan uji Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan pohon yang digunakan untuk bersarang terdiri dari 5 jenis yaitu mahoni, angsana, pulai, flamboyan dan trembesi. Mahoni merupakan jenis pohon yang mendominasi ketersediannya. pulai paling dipilih untuk lokasi bersarang (3.196) sedangkan angsana merupakan pohon dengan proporsi paling tinggi dengan perbandingan 1:1. Nilai chi-kuadrat hitung menunjukkan (X2o= 9.675) lebih besar daripada nilai Chi-kuadrat tabel pada taraf signifikan 5% (X2α 0.05= 9.49) sehingga disimpulkan pemilihan pohon bersarang secara tidak acak (selektif). Preferensi pemilihan tempat bersarang meliputi Ketinggian pohon (5-9 m), Diameter (0.45-0.64 m), Tinggi tajuk (6-10.9 m), Bentuk tajuk (tidak beraturan), Posisi sarang (tengah), Pemilihan cabang dan ranting (Cabang kedua), Jarak dari gangguan (1-3.9 m), Tinggi sarang dari permukaan (4-6.9) dan (7-10 m). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Burung Takur ungkut-ungkut memilih pohon bersarang secara selektif. Jenis pohon, diameter pohon atau cabang, Posisi bersarang, tipe tajuk, ketinggian tajuk, intensitas cahaya, suhu dan kelembaban sangat mempengaruhi jumlah sarang pada suatu pohon, sedangkan tinggi pohon, tinggi sarang dari permukaan tanah, jarak dari gangguan tidak mempengaruhi jumlah sarang. karakteristik pohon yang berkayu lunak, tidak bergetah, dihuni serangga dan memiliki cabang mati merupakan ciri pohon yang disukai oleh burung Takur untuk membuat sarang.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERILAKU BERSARANG ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI STASIUN REINTRODUKSI ORANGUTAN JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR (Ilham Fonna, 2015)

PERBANDINGAN PERILAKU BERSARANG ORANGUTAN SUMATERA JANTAN DAN BETINA (PONGO ABELII) DI STASIUN REINTRODUKSI ORANGUTAN JANTHO, ACEH BESAR (Nurul Fitri, 2019)

KARAKTERISTIK POHON SARANG ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI STASIUN REINTRODUKSI ORANGUTAN JANTHO, ACEH BESAR (irma yanti, 2014)

DESKRIPSI HABITAT KEDIH (PRESBYTIS THOMASI) DI HUTAN ALAM PANTON LUAS KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN (Nazal Faridha, 2014)

KARAKTERISTIK HABITAT BERSARANG (NESTING SITE) BUAYA MUARA (CROCODYLUS POROSUS) DI MUARA SINGKIL DESA KILANGAN KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL (Hafidz Fadilloh, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy