UPAYA KEJAKSAAN DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEJAKSAAN NEGERI BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

UPAYA KEJAKSAAN DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEJAKSAAN NEGERI BANDA ACEH)


Pengarang

Alfi Anzista - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1003101020154

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Alfi Anzista Upaya Kejaksaan Dalam Pemberantasan Tindak
Pidana Pencucian Uang (Suatu Penelitian di
Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Banda Aceh)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v, 80) pp.,bilb.
(Adi Hermansyah, S.H., M.H.)
Pasal 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang mengatur mengenai Tindak
Pidana Pencucian Uang. Bagi yang melanggar undang-undang tersebut, pelaku
perorangan/korporasi dapat dipidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun
atau denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah),
sedangkan pada korporasi pidana berupa pembekuan sebagian atau seluruh
kegiatan usaha, pencabutan izin usaha, pembubaran/pelarangan korporasi,
perampasan aset korporasi untuk negara dan denda paling banyak Rp.
100.000.000.000 (seratus miliar rupiah).
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan peran Kejaksaan dalam
pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, upaya yang dilakukan untuk
menanggulangi Tindak Pidana Pencucian Uang serta untuk mengetahui kendala
yang dihadapi Kejaksaan dalam pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini, dilakukan penelitian
kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk
memperoleh data yang bersifat teoritis, sedangkan penelitian lapangan dilakukan
guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Kejaksaan dalam
pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang adalah sebagai penyidik Tindak
Pidana Pencucian Uang dari tindak pidana asal korupsi, kemudian sebagai
pembantu Auditor Forensik dalam kegiatan Penelusuran Aset (asset tracing).
Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi Tindak Pidana Pencucian Uang
adalah dengan tindakan pencegahan yaitu sarana sosialisasi tentang pencegahan
dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang kepada masyarakat di balai -balai kecamatan karena tidak menutup kemungkinan masyarakat bisa ikut terjerat
dalam tindak pidana pencucian uang. Kendala yang dihadapi Kejaksaan dalam
pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang adalah kurangnya kapasitas
penyidik kejaksaan dan belum siapnya sumber daya manusia kejaksaan dalam
menangani Tindak Pidana Pencucian Uang.
Disarankan kepada Pemerintah untuk dapat meningkatkan kualitas sumber
daya manusia Kejaksaan dan menambah kapasitas jaksa penyidik yang memiliki
pengalaman dalam tindak pidana khusus (pencucian uang) untuk memaksimalkan
tugas dan fungsi Kejaksaan dalam menanggulangi dan memberantas Tindak
Pidana Pencucian uang

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK