//

INTERTEKSTUAL DALAM CERPEN ‘PELAJARAN MENGARANG’ KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA, ‘PEMETIK AIR MATA’ KARYA AGUS NOOR, DAN ‘LAKON MAK DAN AYAH’ KARYA FERHAT

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Raudhatul Jannah - Personal Name

Abstrak/Catatan

Kata Kunci: intertekstual, unsur struktural, hipogram, transformasi Penelitian ini berjudul “Intertekstual dalam Cerpen ‘Pelajaran Mengarang’ Karya Seno Gumira Ajidarma, ‘Pemetik Air Mata’ Karya Agus Noor, dan ‘Lakon Mak dan Ayah’ Karya Ferhat”. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah struktur dan bentuk hubungan intertekstual cerpen “Pelajaran Mengarang” karya Seno Gumira Ajidarma, “Pemetik Air Mata” karya Agus Noor, dan “Lakon Mak dan Ayah” karya Ferhat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan bentuk hubungan intertekstual cerpen “Pelajaran Mengarang” karya Seno Gumira Ajidarma, “Pemetik Air Mata” karya Agus Noor, dan “Lakon Mak dan Ayah” karya Ferhat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan pendekatan intertekstual. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Adapun teknik pengolahan data menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya persamaan dan perbedaan unsur struktural dari tiap-tiap cerpen “Pelajaran Mengarang”, “Pemetik Air Mata”, dan “Lakon Mak dan Ayah”, meliputi tema, amanat, tokoh, penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan gaya bahasa. Berdasarkan persamaan dan perbedaan tersebut, cerpen “Pelajaran Mengarang” karya Seno Gumira Ajidarma yang menjadi teks hipogram ini telah melatarbelakangi dan mempengaruhi lahirnya cerpen “Pemetik Air Mata” karya Agus Noor dan “Lakon Mak dan Ayah” karya Ferhat yang menjadi teks transformasi. Akan tetapi, cerpen “Pemetik Air Mata” dan cerpen “Lakon Mak dan Ayah” tidak memiliki hubungan intertekstual yang signifikan. Di samping itu, cerpen “Pemetik Air Mata” dikembangkan dalam bentuk ekspansi dan konversi dari cerpen “Pelajaran Mengarang”, sedangkan cerpen “Lakon Mak dan Ayah” memiliki hubungan intertekstual dalam bentuk paralel dari cerpen “Pelajaran Mengarang”. Penelitian dengan objek ini dapat dilanjutkan dengan mengungkap hal-hal yang belum terungkap atau fokus analisis unsur ekstrinsik. Selain itu, bagi guru bidang studi Bahasa Indonesia, teori intertekstual ini dapat diapresiasikan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM BUKU ANTOLOGI CERPEN KEUMALA KARYA RAMAJANI SINAGA (Iful Rozi, 2016)

ANALISIS NILAI SOSIOKULTURAL CERPEN KARYA VERA HASTUTI DALAM ANTOLOGI CERPEN PEREMPUANBERJANGKAT UTEM (Nanda Hestiana, 2019)

DEIKSIS DALAM ANTOLOGI CERPEN PEMBUNUH KETUJUH KARYA HERMAN RN (SRI RAIHANNY, 2017)

EKSISTENSI TOKOH AYAH DALAM NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA DAN NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE (Hasniyati, 2018)

ANALISIS KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM ANTOLOGI CERPEN MENGAWINI IBU KARYA KHRISNA PABICHARA (Isra Yurni, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy