//

KOMUNIKASI POLITIK EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DI KABUPATEN NAGAN RAYA (STUDI PADA PERSETUJUAN DAN PENETAPAN QANUN)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Lian Kurniawan - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK LIAN KURNIA WAN KOMUNIKASI POLITIK EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DI KABUPATEN NAGAN RAYA 2016 Studi Pada Persetujuan dan Penetapan Qanun) Fakultas limu Sosiai dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (vi, 65), pp, tabel, bibi. (Dm. Zainal Abidin, M.Si) Komunikasi politik antara eksekutif dan legislatif dalam persetujuan dan penetapan Qanun menentukan keberhasiian pembentukan sebuah Qanun Di Kabupaten Nagan Raya, diperoleh fakta bahwa sering terj adj ketidaksesuaian dan perbedaan pandangan antara eksekutif dan legisiatif, sehingga menyebabkan iambatnya persetujuan terhadap rancangan Qanun, dan sebagainya. Dalam keadaan tertentu komunikasi politik eksekutif dan legisiatif bukan lagi sebagai mitra, tetapi sebagai institusi yang saling berkonfrontasi. Tujuan dan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tentang komunikasi poiitik eksekutif dan legisiatif dalam persetujuan dan penetapan Qanun di Kabupaten Nagan Raya, hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan komunilcasi politik tersebut, dan usaha yang telah diiakukan untuk mengatasinya. Untuk memperoleh data dalam penulisan sknipsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan diiakukan dengan cara mempelajani buku-buku dan dokumen serta bahan lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai secara mendalam para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa persetujuan iegislatif, tidak mungkin sebuah rancangan Qanun dapat ditetapkan menj adj Qanun. Untuk melahirkan persetujuan itu, segala bentuk komunikasi politik dilakukan oieh eksekutif, termasuk memberikan imbalan material kepada legislatif. Hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan komunikasi tersebut yaitu adanya perbedaan cara pandang dalam melihat dan menilai suatu permasalahan yang teijadi, adanya kepentingan politik yang berbeda antara pimpinan eksekutif dengan pimpinan dan anggota legislatif karena beda basis politik. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya adalah mengirim para pej abat eksekutif dan legislatif yang potensial secara bersama-sama untuk mengikuti berbagai pelatihan legal drafting, mengoptimalkan peran Sekretanis DPRK sebagai mediator eksekutif dan legisiatif, dan meningkatkan hubungan personal antan eksekutif dan legislatif. Komunikasi poiitik yang telah terjalin antara eksekutif dan legislatif dapat tenis dipertahankan walaupun eksekutif mendominasi politik lokal di Nagan Raya, eksekutif dan legislatif dapat selalu bersama-sama dalam mengikuti berbagai kegiatan pembekalan yang berkenaan dengan legal drafting dan berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan lainnya. Penlu ditingkatkan hubungan personal antara eksekutif dan legislatif. Kata Kunci : eksekutif, legislatif, komunikasi politik vi’

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERILAKU PEMILIH PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014 (STUDI DI KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA) (Munawir Syahputra, 2016)

KEGAGALAN LOCAL STRONGMAN H. TEUKU ZULKARNAINI PADA PILEG DPR-RI TAHUN 2019 (STUDI KASUS DAERAH PEMILIHAN KABUPATEN NAGAN RAYA) (T.R. Mauli Nanda Sahputra, 2021)

DISHAMORNISASI RELASI EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DALAM PENETAPAN APBA TAHUN 2018 (MUHAMMAD HUSAINI DANI, 2019)

POLITIK DINASTI AMPON BANG DI NAGAN RAYA (Izwar, 2017)

STRATEGI KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN NAGAN RAYA DALAM PELAKSANAAN PILKADA 2017 (STUDI TENTANG PENANGANAN TREND POLITIK PERKAUMAN DI NAGAN RAYA) (Wahyudin.z, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy