//

HUBUNGAN SOSIAL ANTAR UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN ACEH TENGGARA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Yusup - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Perbedaan agama dapat menjadi sumber konflik yang sangat besar bagi sebuah masyarakat, namun tidak di Aceh Tenggara yang mana masyarakatnya mampu menciptakan hubungan asosiatif antar umat beragama. Berdasarkan hasil observasi penulis menunjukkan fenomena ini terjadi terkait dengan sistem nilai (value system) yang mereka miliki, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem nilai tersebut membentuk hubungan sosial antar umat beragama, bagaimana prosesnya bekerja, dan faktor apa saja yang mendorong sistem nilai ini dalam menciptakan hubungan asosiatif antar umat beragama di Aceh Tenggara. Metode dari penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, sedangkan untuk teknik pengumpulan data yang dipakai ialah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis data interaktif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Aceh Tenggara dan sampel penelitian ialah masyarakat yang lebih dikhususkan berdomisili di kecamatan Deleng Pokhkisen. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat sedikitnya 4 sistem nilai yang dimiliki oleh masyarakat Aceh Tenggara, yaitu: Pertama, sikap menerima orang asing berikut kebudayaannya, kedua, sikap dan kesetiaan menenggang, ketiga, ideologi agama, dan keempat, sikap saling membutuhkan. Seluruh nilai ini akan menjadi sebuah sistem yang saling terikat dan mempengaruhi. Sistem ini akan bekerja secara otomatis di alam bawah sadar seseorang. Artinya, ia tanpa sadar pikirannya telah dikontrol oleh sistem nilai yang dimiliki oleh lingkungan sosial di mana ia tinggal dan saling berinteraksi. Nilai akan menjadi preferensi seseorang dalam melihat atau melakukan sebuah tindakan. Masyarakat akan memilah sebuah tindakan berdasarkan nilai yang ia telah percayai dan berguna bagi kehidupannya. Selain itu juga terdapat 4 faktor yang cukup dominan dalam mendukung terbentuknya hubungan asosiatif antar umat beragama di Aceh Tenggara, yaitu: Pertama, keseragaman tingkat ekonomi, kedua, berdomisili dalam satu wilayah yang sama, ketiga, sikap terbuka para golongan penguasa, dan keempat, proses adaptasi yang sangat cepat. Faktor-faktor ini akan menjadi bagian dari sistem nilai yang dimiliki oleh masyarakat Aceh Tenggara dalam membentengi hubungan sosial antar umat beragama agar terus bersifat asosiatif. Kata kunci: Sistem nilai (Value System), dan Hubungan asosiatif. ABSTRACT Differences in religion can be a source of conflict which is very big for a community, but not in Aceh Tenggara where people are able to create associative relationships between religious communities. Based on observations the authors demonstrate this phenomenon occurred in relation to the value system that they have, for the present study aims to determine how the value system forming social relationships between religious communities, how the process works, and what factors are driving the value system in creating an associative relationship among religions in Aceh Tenggara. This study uses methods of qualitative research, while for the data collection techniques used were: observation, interviews, and documentation. Data analysis technique used is interactive data analysis. The population in this study are the people of Aceh Tenggara and the sample is more devoted people who live in the sub-district of Deleng Pokhkisen. Results from this study is that there are at least 4 a value system that is owned by the people of Aceh Tenggara, namely: First, accepting the following foreign culture, Second, attitude and willingness to tolerate, Third, religious ideology, and fourth, mutual need. These values will be a system of interlocking and influence. This system will work automatically in a person's subconscious. That is, without conscious thought he was controlled by a value system that is owned by the social environment where they live and interact. Value will be the one's preferences in look or perform an action. Communities will sort out an action based on the value that he has believed in and useful for life. In addition, there are four factors that are dominant in supporting the formation of associative relationship among religions in Aceh Tenggara, namely: First, diversity of economic level, Second, domiciled in the same region, Third, open attitude of the ruling class, and Fourth, the adaptation process is very fast. These factors will be part of the value system that is owned by the people of Aceh Tenggara to fortify the social relations among religions in order to continue to be associative. Keywords: Value System, and Associative Relationships

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN SOSIAL ANTAR UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN ACEH TENGGARA (Yusup , 2016)

HUBUNGAN SOSIAL UMAT BERAGAMA DI ACEH SINGKIL (STUDI KEBERAGAMAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH SINGKIL) (MISWA GUSTI ALAMSYAH, 2018)

PERKEMBANGAN KABUPATEN ACEH TENGGARA PASCARNPEMEKARAN WILAYAH 2002 - 2013 (sunaidi, 2014)

PERAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENGHADAPI ISU INTOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA (MASRUL, 2020)

PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT TINGHOA DI ACEH TENGGARA (HIKMAH SANTIE, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy