//

GAMBARAN INDEKS KARIES PADA PASIEN ASMA PENGGUNA INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID BERDASARKAN DOSIS DAN LAMA PENGGUNAAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rosalina Devi - Personal Name
SubjectDENTAL HYGIENE
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2016

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nama : Rosalina Devi Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi Fakultas : Kedokteran Gigi Judul : Gambaran Indeks Karies Pada Pasien Asma Pengguna Inhaler Beta-2 Agonis dan atau Kombinasi Kortikosteroid Berdasarkan Dosis dan Lama Penggunaan Karies merupakan salah satu penyakit kronis paling sering diderita individu. Pemberian Beta-2 Agonis dan atau kombinasi kortikosteroid merupakan terapi yang direkomendasikan pada pasien asma yang prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya. Pada pasien asma pengguna inhaler Beta-2 agonis terjadi peningkatan risiko terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran indeks karies pada pasien asma pengguna inhaler Beta-2 agonis dan atau kombinasi kortikostikosteroid dan hubungan Beta-2 agonis dan atau kortikosteroid, dosis tunggal Beta-2 agonis, dosis kombinasi Beta-2 agonis dan kortikosteroid, lama penggunaan inhaler, alat bantu inhalasi, jenis kelamin, usia, perilaku oral hygiene dan pola diet. Penelitian deskriptif cross sectional secara quota sampling ini melibatkan 28 pasien asma pengguna inhaler Beta-2 agonis dan atau kombinasi kortikostikosteroid di Poli Paru RSUD Meuraxa Banda Aceh. Penilaian DMF-T dengan kategori WHO digunakan sebagai penilaian karies. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek penelitian paling banyak memiliki indeks DMF-T tinggi sebesar 57,1% dengan seluruh subjek penelitian menggunakan kombinasi Beta-2 agonis dan kortikosteroid, tertinggi pada dosis tunggal Beta-2 agonis > 100 µg yaitu 75%, dosis kombinasi B-2 Agonis dan kortikosteroid 401-800 µg yaitu 75%, lebih dari 12 bulan yaitu 77,8%, alat bantu inhaler Dry Powder Inhaler (DPI) sebesar 64,3%, pada subjek penelitian perempuan yaitu 75% dan usia 40-44 dan 45-49 yaitu 100%, dengan perilaku oral hygiene baik yaitu 60,9% serta pola diit baik yaitu 62,5%. Disimpulkan bahwa pasien asma pengguna inhaler Beta-2 agonis dan atau kombinasi kortikostikosteroid di Poli Paru Meuraxa Banda Aceh paling banyak memiliki indeks DMF-T tinggi yaitu sebesar 57,1%. Kata kunci: Karies, Indeks DMF-T, Asma, Beta-2 Agonis, Inhaler

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

GAMBARAN LAJU ALIRAN SALIVA PADA PASIEN ASMA PENGGUNA INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID BERDASARKAN DOSIS DAN LAMA PENGGUNAAN (Rismanidar, 2016)

KARAKTERISTIK PASIEN ASMA PENGGUNA INHALASI BETA-2 AGONIS DAN ATAU KORTIKOSTEROID YANG MENGALAMI SEROSTOMIA DI POLI PARU RSUD MEURAXA BANDA ACEH (MUHAMMAD FADIL, 2016)

GAMBARAN PERIODONTITIS KRONIS PADA PASIEN ASMA YANG MENGGUNAKAN INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID (STUDI PADA POLIKLINIK PARU RSUD MEURAXA BANDA ACEH) (Imam Fithrawan, 2017)

GAMBARAN STATUS KARIES GIGI (INDEKS DMF-T) PADA PASIEN THALASEMIA BETA MAYOR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Reka Oktiana Dewi, 2017)

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN ASMA DENGAN DERAJAT ASMA DAN TINGKAT KONTROL ASMA DI POLIKLINIK PARU RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Zabit waladi, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy