//

GAMBARAN SIDIK BIBIR DAN GIGI INSISIVUS SENTRALIS ATAS PADA SUKU GAYO, ACEH, DAN MELAYU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Kuntum Khaira Ummah - Personal Name
SubjectDENTURES - DENTISTRY
TEETH - DENTISTRY
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2016

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nama : Kuntum Khaira Ummah Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi Judul : Gambaran Sidik Bibir dan Gigi Insisivus Sentralis Atas Pada Suku Gayo, Aceh, dan Melayu Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala Penentuan identitas seseorang dalam peroses penyidikan dalam bidang forensik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Rongga mulut memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam identifikasi forensik. Penentuan identitas personal dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode identifikasi yaitu identifikasi primer yang menggunakan DNA (deoxyribonucleic acid), sidik jari, dan karakteristik gigi geligi sedangkan identifikasi sekunder dapat menggunakan karakteristik sidik bibir. Sidik bibir dan panjang serviko insisal gigi insisivus sentralis atas diketahui memiliki profil yang berbeda-beda pada setiap individu walaupun dalam satu ras yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola sidik bibir dan panjang gigi insisivus sentralis atas pada Suku Gayo, Aceh, dan Melayu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian survei dengan desain penelitian quota sampling yang meliputi 13 orang Suku Gayo, 25 orang Suku Aceh, dan 16 orang Suku Melayu mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dengan metode lipstik berdasarkan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi dan pengukuran serviko insisal gigi insisivus sentralis atas dengan menggunakan jangka sorong digital. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa suku Gayo dan Aceh memiliki tipe sidik bibir yang sama yaitu tipe II akan tetapi memiliki perbedaan ukuran dan jumlah alur. Suku Melayu memiliki klasifikasi sidik bibir tipe IV. Rata-rata panjang serviko insisal gigi insisivus sentralis atas suku asli Gayo memiliki panjang gigi insisivus sentralis atas di ukur dari serviko insisal gigi terbesar dengan didapatkan hasil rata-rata gigi insisivus atas kiri dan kanan terpanjang 0,98 cm. Suku asli Melayu didapatkan hasil rata-rata gigi atas kiri dan kanan terpanjang 0,95 cm. Suku asli Aceh memiliki gigi dengan hasil rata-rata gigi insisivus kanan dan kiri terpanjang 0,91 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sidik bibir dan panjang serviko insisal gigi insisivus sentralis atas pada setiap individu unik dan pendekatan ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi awal yang penting untuk melakukan identifikasi sidik bibir dan jarak interkomisura yang lebih akurat. Kata Kunci: Sidik bibir, panjang serviko insisal gigi insisivus sentralis atas, klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi, Suku Gayo, Aceh, dan Melayu ABSTRACT Name : Kuntum Khaira Ummah Faculty : Dentistry Study Program : Dentistry Title : Lip Print and Upper Central Incisor Gayo, Aceh, and Malay Ethnic Among Dental Student of Syiah Kuala University Identifying the indentity in the forensic investigation using lip print can be done by vorious methode. Oral cavity have big contribution for identifying forensic investigation. Methode to indentify the identity can be done by wo technique that is primer indetify using DNA (deoxyribonucleic acid), finger print, and dental status, the secondary technique is using caracteristic lip print. Lip print and the upper cental incisor are known spesic to individual despite in the same ethnic. The aim of this descriptive study with survey design is to know the lip print pattern and the heigth of upper cental incisor form Aceh, Gayo and Malay Ethnic. The sampling technique is using quota sampling involve 13 Gayo tribe, 25 aceh and 16 melayu which them are dental student of Syiah Kuala University. The methode of this study is using lipstick by Suzuki and Tsuchihasi classification and to measure the heigth of upper central incisor is using digital calipers. The result of this study showing that gayo tribe and achenese have type II of Suzuki and Tsuchihasi classification but in with the variety size and pattern amount and the other hand melayu tribe have type IV of Suzuki and Tsuchihasi classification lip print. The average of heigth upper central of Gayo tribe incisor is 0,98 cm, Malay tribe is 0,95 cm, and Acehnese is 0,91 cm. The conclusion of this study are both lip print and upper central incisor is unique and the result of this study can be performe as a prelimenary data for further study. Keywords : Lip Print, Heigth of Upper Central Incisor, Suzuki and Tsuchihashi classification, Gayo, Aceh, and Malay Ethnic

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

GAMBARAN BENTUK DAN POLA SIDIK BIBIR SUKU CAMPURAN ANTARA GAYO, ACEH, DAN MELAYU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (ROSA OKTAVIANI, 2016)

GAMBARAN SIDIK BIBIR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA YANG SUKUGAYO, ACEH, DAN MELAYU MENURUT KLASIFIKASI SUZUKI DAN TSUCHIHASHI (RAIHAN SAFFITRI, 2016)

GAMBARAN TIPE SIDIK BIBIR DAN JARAK INTERKOMISURA SUKU ASLI GAYO, ACEH DAN MELAYU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (YUnni Kardisa, 2016)

GAMBARAN TIPE SIDIK BIBIR DAN JARAK INTERKOMISURA SUKU ASLI GAYO, ACEH DAN MELAYU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (YUnni Kardisa, 2016)

GAMBARAN KEHILANGAN GIGI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2007-2010. (Teuku Zulfahmi Rizki, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy