//

GAMBARAN TIPE SIDIK BIBIR DAN JARAK INTERKOMISURA SUKU ASLI GAYO, ACEH DAN MELAYU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang YUnni Kardisa - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nama : Yunni Kardisa Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi Judul : Gambaran Tipe Sidik Bibir dan Jarak Interkomisura Suku Asli Gayo, Aceh dan Melayu pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala Karakteristik sidik bibir dan jarak interkomisura diketahui memiliki profil yang berbeda-beda pada setiap individu walaupun dalam satu suku dan ras yang sama. suku asli Gayo, Aceh dan Melayu termasuk dalam satu ras yang sama yaitu ras Mongoloid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tipe sidik bibir dan jarak interkomisura suku asli Gayo, Aceh dan Melayu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan disain penelitian survei. Metode Pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling yang meliputi 54 subjek (13 Suku Gayo, 25 suku Aceh, dan 16 suku Melayu) mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode lipstik untuk mendapatkan cetakan bibir berdasarkan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi dan jarak interkomisura diukur langsung dengan menggunakan jangka sorong digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suku asli Gayo dan Aceh memiliki tipe sidik bibir yang sama yaitu tipe II akan tetapi memiliki perbedaan bentuk dan jumlah alur. Suku asli Melayu memiliki klasifikasi sidik bibir tipe IV. Rata-rata jarak interkomisura terbesar ditemukan pada suku asli Aceh (4,77 cm), diikuti oleh suku asli Melayu (4,76 cm) dan Gayo (4,72 cm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sidik bibir pada setiap individu unik dan berbeda walau dalam satu ras yang sama. Demikian halnya dengan jarak interkomisura yang menunjukkan perbedaan pada tiap suku. Dengan demikian, pendekatan ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi awal yang penting untuk melakukan identifikasi sidik bibir dan jarak interkomisura yang lebih akurat. Kata kunci: Sidik bibir, jarak interkomisura, klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi, suku asli Gayo, suku asli Aceh, suku asli Melayu ABSTRACT Name : Yunni Kardisa Study Program : Dentistry Title : The Description of Lip Prints and Intercommissural Distance in the Origin of Gayonese, Acehnese and Malaynese Ethnics Among Dental Student of Syiah Kuala University Characteristics of lip print and intercommissural distance that is known have different profile each individual, althought in the same ethnic and race. The origin of Gayonese, Acehnese, and Malaynese included in the same race, namely Mongoloid. The aim of the study was to determine the description of lip prints and intercommissural distance in the Origin of Gayonese, Acehnese, and Malaynese ethnics. This study was a non-experimental study with survey design. The sample method was conducted by quota sampling involving 54 subjects (13 Gayonese, 25 Acehnese and 16 Malaynese) dental students of the Faculty of Dentistry at Syiah Kuala University. The study was performed by using lipstick to obtain a lip print based on Suzuki and Tsuchihashi classification and intercommisural distance was taken directly using electronic digital caliper. The result of this study showed that the origin of Gayonese and Acehnese ethnics have the same type of lip print that is type II but there was different shape and number of grooves. The origin of Malay ethnic has classification of type IV. The mean intercommissural distance was found the largest in the origin of Acehnese ethnic (4,77 cm). This was followed by the origin of Malay ethnic (4,76 cm) and Gayonese (4,72 cm). The conclusion of this study was lip print is unique and different for each individual even though within the same race. Similarly with intercommissural distance that also showed diversity on every ethnic. Hence, this approach can be used as an initial source of information that is important for the most accurate identification of lip print and intercommissural distance. Keywords: Lip print, intercommissural distance, Suzuki and Tsuchihashi classification, Gayonese ethnic, Acehnese ethnic, Malaynese ethnic,

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

GAMBARAN TIPE SIDIK BIBIR DAN JARAK INTERKOMISURA SUKU ASLI GAYO, ACEH DAN MELAYU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (YUnni Kardisa, 2016)

GAMBARAN BENTUK DAN POLA SIDIK BIBIR SUKU CAMPURAN ANTARA GAYO, ACEH, DAN MELAYU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (ROSA OKTAVIANI, 2016)

GAMBARAN SIDIK BIBIR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA YANG SUKUGAYO, ACEH, DAN MELAYU MENURUT KLASIFIKASI SUZUKI DAN TSUCHIHASHI (RAIHAN SAFFITRI, 2016)

GAMBARAN SIDIK BIBIR DAN GIGI INSISIVUS SENTRALIS ATAS PADA SUKU GAYO, ACEH, DAN MELAYU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Kuntum Khaira Ummah , 2016)

ANALISA PERBANDINGAN LEBAR DAN PANJANG LENGKUNG BASAL GIGI DENGAN LEBAR MESIODISTAL GIGI MENURUT METODE HOWES PADA SUKU ACEH DEUTRO-MELAYU (Nurul Sari, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy