//

PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PESISIR PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2014 (STUDI DI KECAMATAN MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang FERIADI - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK FERIADI, PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PESISIR 2016 PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2014 (Studi di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas syiah kuala (Maimun, MA dan Cut Maya Aprita Sari, S.Sos, M.Soc., Sc) Pemilu presiden tahun 2014, sebagaimana pemilu sebelumnya. Masyarakat pesisir di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie memiliki hak yang sama dalam menentukan hak pilih mereka dalam menentukan pemimpin. Mereka memiliki andil sebagai aktor pewujud Indonesia yang demokratis. Meskipun begitu masih banyak catatan polemik yang terjadi dalam masyarakat pesisir pada saat pemilihan presiden tahun 2014. Politik Uang, sikap masyarakat yang apatis, pengetahuan dan pendidikan politik, dirasakan masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi politik masyarakat pesisir serta hambatanya pada pemilihan presiden tahun 2014 di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie. Metode yang digunakan adalah metode mix method. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, ditambah dengan dokumentasi untuk memperoleh data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi politik masyarakat pesisir di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie pada pemilihan presiden yaitu sebatas ikut dalam pemilihan pemimpin. Tidak ditemukan data yang mengatakan bahwa mereka terlibat pada kegiatan menyeluruh pada pemilihan presiden tahun 2014 seperti, kampanye, menjadi timsukses maupun terlibat di partai politik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi politik masyarakat pesisir di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie pada pemilihan presiden tahun 2014 bersifat pasif. Ditemukan 4 faktor yang menghambat partisipasi politik masyarakat pesisir di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie pada pemilihan presiden tahun 2014 yaitu: pertama, sikap masyarakat yang apatis terhadap pemerintah. Kedua, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ketiga, faktor rutinitas sehari-hari seperti berkeja di kebun dan nelayan. Keempat, Minimnya pendidikan politik dan pengetahuan masyarakat pesisir, masyarakat hanya tau pemilihan itu hanya sekedar mencoblos. Pemerintah memiliki tugas untuk membuka cakrawala politik pada masyarakat pesisir, perlu dilaksanakan secara khusus pendidikan politik sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat pesisir Kecamatan Muara Tiga kabupaten Pidie. Selanjutnya, masyarakat pesisir dalam melakukan pemilihan umum, khusunya pemilihan presiden tahun 2014, serta pada pemilihan yang akan datang, agar memilih atas kesadaran sendiri bukan karena faktor material. Kunci : Partisipasi Politik, Masyarakat Pesisir, Pemilu Presiden 2014.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PRO KONTRA CALON PRESIDEN DARI KALANGAN MILITER PRABOWO SUBIANTO DI KABUPATEN PIDIE PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2014 (M. RAJIV SYARIF, 2014)

PENGARUH PEMBERITAAN PEMILIHAN PRESIDEN PADA RUBRIK SERAMBI ELECTION HARIAN SERAMBI INDONESIA TERHADAP PARTISIPASI POLITIK (STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA) (Ayu Haryati, 2016)

PERAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KOTA BANDA ACEH DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT TERHADAP PILPRES TAHUN 2014 DI KOTA BANDA ACEH (ISMA CHAIRUNNISA, 2016)

PENGARUH DAN EFEKTIFITAS BANTUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TERHADAP PARTISIPASI PENDIDIKAN DI KECAMATAN MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE (Lidiana, 2014)

BAHASA MAKIAN DALAM MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN PIDIE (Andi Safrizal, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy