UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII (NEES. & TH. NEES.) NEES EX BL.) TERHADAP ISOLAT KLINIS ACINETOBACTER BAUMANNII SECARA IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII (NEES. & TH. NEES.) NEES EX BL.) TERHADAP ISOLAT KLINIS ACINETOBACTER BAUMANNII SECARA IN VITRO


Pengarang

Orintya Putri Adiyusika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Acinetobacter baumannii merupakan salah satu mikroba patogen oportunistik yang sering menyebabkan infeksi nosokomial, terutama pada pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif. Saat ini telah dilaporkan adanya resistensi Acinetobacter baumannii terhadap beberapa golongan antimikroba sehingga perlu dilakukan penemuan dan pengembangan terapi baru yang lebih aman dan ampuh. Kayu manis merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang diketahui memiliki efek antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees. & Th.Nees.) Nees ex Bl.) terhadap isolat klinis Acinetobacter baumannii. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali pengulangan yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, dan 8% serta 1 kelompok kontrol negatif (akuades). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian ini menunjukkan minyak atsiri kulit kayu manis dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, dan 8% memiliki aktivitas antibakteri terhadap isolat klinis Acinetobacter baumannii dengan rata-rata diameter zona hambat 6,89 mm, 11,74 mm, 14,84 mm, dan 17,15 mm. Hasil analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji post hoc Mann-Whitney pada CI 95% menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi minyak atsiri kulit kayu manis memiliki pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan isolat klinis Acinetobacter baumannii secara in vitro. Konsentrasi minyak atsiri 8% menunjukkan aktivitas antibakteri yang paling optimal.

Kata Kunci: Minyak Atsiri, Cinnamomum burmannii, Antibakteri, Acinetobacter baumannii

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK