//

PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN UNTUK BARANG-BARANG ELEKTRONIK (SUATU PENELITIAN DI PT. ADIRA QUANTUM COMPANY)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang NURUL AWNI - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN UNTUK BARANG-BARANG ELEKTRONIK (Suatu Penelitian di PT. Adira Quantum Company) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA (v,59P) pp.,bibl NURUL AWNI 2016 SUSIANA, S.H.,M.H Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 7 Peraturan Presiden No 9 Tahun 2009 Tentang Lembaga Pembiayaan, Pembiayaan Konsumen adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran. Kewajiban konsumen telah dinyatakan dengan tegas, namun dalam praktiknya konsumen tidak membayar angsuran dalam jangka waktu yang telah disepakati dalam perjanjian pembiayaan konsumen. Hal ini disebut dengan wanprestasi dimana debitur tidak mampu memenuhi prestasinya. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bentuk wanprestasi yang dilakukan debitur, langkah-langkah penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian pembiayaan konsumen untuk barang-barang elektronik, dan kendala yang dialami PT. Adira Quantum Company dalam upaya penyelesaian wanprestasi yang dilakukan debitur. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, maka penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yang menelaah peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan gejala yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu data yang sudah diperoleh kemudian disusun untuk memperoleh kejelasan masalah yang akan diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dalam perjanjian pembiayaan konsumen ini ternyata ada dua bentuk wanpestasi yang dilakukan debitur, yaitu: debitur terlambat membayar angsuran dan debitur mengalihkan objek perjanjian kepada pihak lain atau pihak ketiga. Adapun penyelesaian wanprestasi debitur yang dilakukan PT. Adira Quantum Company adalah: memberikan peringatan, teguran, memberikan surat tugas penarikan barang, mendatangi rumah debitur, meminta bantuan kepolisian, dan melakukan tindakan write off (dihapus dari pembukuan perusahaan). Mengenai kendala yang dialami pada saat penyelesaian wanprestasi adalah karakter debitur yang tidak jujur atau mempunyai itikad buruk, adanya penolakan penyitaan, dan adanya hambatan dari pihak ketiga. Disarankan kepada pihak lembaga pembiayaan konsumen agar lebih mengenal dan memeriksa karakter debitur dengan menerapkan prinsip mengenal nasabah dan disarankan kepada Lembaga Pembiayaan untuk beritikad baik dalam menjalankan perjanjian pembiayaan konsumen agar pemenuhan prestasi dapat dilakukan dengan baik tanpa ada yang dirugikan antara kedua belah pihak.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA DALAM HAL DEBITUR WANPRESTASI PADA PEMBIAYAAN KONSUMEN (Muhammad Hendra, 2016)

PELAKSANAAN AKAD JUAL BELI MURABAHAH PADA PT PRIORITAS ELEKTRONIKA DAN FURNITURE BANDA ACEH (SUATU PENELITIAN PADA PT PRIORITAS ELEKTRONIKA DAN FURNITURE KOTA BANDA ACEH) (Tania Sal Sabila, 2020)

PASAR BARANG-BARANG ELEKTRONIK DI BANDA ACEH (A. SUBQI TJ, 2015)

WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA TENDA ANTARA PENYEWA DENGAN KOMANDO DISTRIK MILITER (KODIM) 0101/BS BANDA ACEH (Sarayulis, 2016)

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN BARANG JALUR NUGRAHA EKAKURIR TERHADAP KELALAIAN YANG MENYEBABKAN RUSAK ATAU HILANGNYARN BARANG PENGIRIMAN RN(SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Tahjul Fikar Mulia, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy