RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI MATAHARI UNTUK PEMBANGUNAN PLTS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI MATAHARI UNTUK PEMBANGUNAN PLTS


Pengarang

Reza Agussalim - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1104105010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kebutuhan data potensi intensitas radiasi matahari diperlukan sebagai data pertimbangan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan bahan penelitian. Mahalnya alat ukur intensitas radiasi matahari berupa pyranometer dan phyrheliometer menjadi masalah dalam penyediaan data. Penelitian ini membahas tentang perancangan sistem pengukuran intensitas radiasi matahari dengan memanfaatkan sensor photoresistor dan photodioda. Metode yang dilakukan dengan pemanfaatan sifat sensitifitas terhadap cahaya matahari yang dimiliki oleh kedua sensor. Kedua sensor dihubungkan pada rangkaian pembagi tegangan. Rangkaian diberikan tegangan sebesar 5V, yang melalui masing-masing sensor. Nilai tegangan akan berubah tergantung pada banyaknya cahaya yang diterima oleh sensor. Pembacaan tegangan oleh pin analog Arduino Uno R3, berkisar pada 0 – 5 Volt. Pembacaan inilah yang kemudian dikonversi oleh mikrokontroler menjadi nilai digital mengikuti perumusan yang telah diprogram. Konversi nilai tegangan ke W/m2 menggunakan sistem regresi linear sederhana mengikuti pembacaan solar power meter. Pada pengujian laboratorium, photoresistor memiliki tingkat kesalahan rata-rata 48,5% dan nilai determinasi sebesar 0,6. Photodioda memiliki tingkat kesalahan rata-rata 4,91% dan nilai determinasi 1. Photodioda menunjukkan keakurasian dan kepresisian pengukuran intensitas radiasi matahari dibandingkan photoresistor. Dengan demikian photodioda dipilih untuk pengujian di lapangan dalam mengukur intensitas matahari. Dari pengujian tersebut tingkat kesalahan terbesar alat ukur ini adalah sebesar 4,31 % dan 5,20 % berturut-turut dibandingkan dengan pembacaan oleh solar power meter dan solar panel. Dari pengujian tersebut, alat hasil perancangan ini mampu mengukur intensitas radiasi matahari dalam jangkauan 0 – 2000 w/m2 pada tegangan 0 - 2,57 volt.

Kata kunci : photodioda, photoresistor, intensitas radiasi matahari

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK