//

DAMPAK KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP KETAHANAN PANGAN DAN KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang zakiah - Personal Name

Abstrak/Catatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan fiskal terhadap ketahanan pangan dan kemiskinan di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data panel selama periode waktu dari tahun 2007-2013, pada 21 kabupaten berbasis pertanian. Penelitian ini menggunakan model ekonometrika dengan persamaan simultan yang pendugaannya menggunakan Two-Stage Least Square (2 SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio harga pupuk terhadap harga gabah dan suku bunga berpengaruh negatif terhadap permintaan input pupuk, tenaga kerja dan ketersediaan pangan, sedangkan pengeluaran pemerintah untuk sub sektor tanaman pangan dan upah berpengaruh positif terhadap permintaan input dan ketersediaan pangan. Pendapatan masyarakat dan harga barang substitusi berpengaruh positif terhadap aksesibilitas pangan, sedangkan rasio produksi terhadap konsumsi berpengaruh negatif terhadap aksesibiltas pangan. Harga beras berpengaruh negatif terhadap pemanfaatan pangan, sedangkan harga barang substitusi, pendapatan masyarakat berpengaruh positif terhadap pemanfaatan pangan. Kombinasi kebijakan peningkatan pengeluaran pemerintah, diiringi dengan penurunan harga beras merupakan kebijakan terbaik yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan mulai dari sisi permintaan input, ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan dan pemanfatan pangan. Peningkatan ketahanan pangan berdampak terhadap penurunan kemiskinan, disebabkan meningkatnya kesehatan dan produktivitas kerja. Pemerintah harus lebih fokus untuk melaksanakan program-program peningkatan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Perlu adanya perbaikan kebijakan pangan, mulai dari sisi produksi di tingkat petani, manajemen tata niaga, teknologi dan pemberdayaan petani selaku produsen pangan. Pemerintah perlu tetap menjaga stabilitas harga beras dan harga input untuk membantu konsumen maupun produsen. Pemerintah juga perlu mengalokasikan anggaran yang efektif dan efisien, dengan mengurangi korupsi, perjalanan dinas, hibah dan pengeluaran rutin lainnya yang tidak efektif. Selain itu pemerintah juga harus memantau realisasi penggunaan anggaran tersebut sehingga tepat waktu dan tepat sasaran. Kata kunci : kebijakan fiskal, ketahanan pangan, kemiskinan, 2SLS, panel data

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA MISKIN DI KECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE (INDA AMALIA, 2016)

ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA BERDASARKAN PROPORSI PENGELUARAN PANGAN DAN KONSUMSI ENERGI (STUDI KASUS PADA RUMAH TANGGA PETANI PESERTA PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR) (KEUMALA FADHIELA, 2015)

DAMPAK KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER TERHADAP OUTPUT DAN INFLASI DI INDONESIA (Rustam Effendi, 2014)

DESENTRALISASI FISKAL DAN KEMISKINAN DI INDONESIA (STUDI KASUS: INDONESIA BAGIAN TIMUR) (Ichsan Maulana, 2017)

GAMBARAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KOTA LANGSA (NINDA AZHARINA, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy