//

STUDI PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KERAK TANUR CANGKANG SAWIT SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON ASPAL (BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang CHAIRA - Personal Name
SubjectASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING
Bahasa Indonesia
Fakultas Prog. Studi Magister Teknik Sipil
Tahun Terbit 2016

Abstrak/Catatan

STUDI PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KERAK TANUR CANGKANG SAWIT SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON ASPAL (BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55) Oleh : Chaira NIM. 1209200060093 Komisi Pembimbing : 1. Dr. Ir. Muhammad Isya, M.T. 2. Dr. Ir. Sofyan M. Saleh M.Sc. Eng. ABSTRAK Indonesia merupakan daerah yang memiliki areal perkebunan kelapa sawit yang cukup luas. Aceh Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh merupakan daerah penghasil minyak kelapa sawit dengan limbah diantaranya cangkang kelapa sawit dan serat buah kelapa sawit. Limbah ini digunakan sebagai bahan bakar tanur/boiler/ketel uap yang digunakan dalam proses ekstraksi buah kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO). Cangkang dan serat sawit yang telah digunakan sebagai bahan bakar dapur tungku tanur dengan pemanasan 500o – 700o nantinya akan menjadi limbah tanur berupa kerak tanur cangkang sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisis material alternatif, mengetahui karekteristik Marshall dan mengetahui kinerja campuran Laston AC-Base (Asphalt Concrete Base), Laston AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) dan Laston AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) menggunakan material alternatif sebagai pengganti sebagian agregat halus. Kerak tanur akan ditumbuk dimana hasil tumbukan harus lolos saringan No.8 (2,36 mm) dan tertahan pada saringan No. 200 sesuai dengan spesifikasi untuk agregat halus yang dikeluarkan oleh Bina Marga. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan nilai stabilitas dan flow pada campuran AC-Base tidak memenuhi persyaratan, tetapi pada campuran AC-BC dan AC-WC memenuhi persyaratan. Nilai stabilitas tertinggi pada variasi perbandingan persentase penggunaan kerak tanur dan batu pecah 100/0 % untuk campuran AC-BC dan AC-WC, tetapi mempunyai nilai flow terendah sehingga campuran beton aspal mudah mengalami keretakan sehingga tidak layak digunakan. Nilai durabilitas untuk semua campuran aspal beton masih memenuhi persyaratan ≥ 75% dan dapat dianjurkan untuk campuran AC-WC dengan variasi persentase campuran 75/25, karena memiliki nilai durabilitas tertinggi. Kata Kunci : Limbah kerak tanur cangkang sawit, Karakteristik Marshall, Retona Blend 55) STUDY OF COMBINING PALM OIL CLINKER SUBSTITUTES OF FINE AGREGATES IN ASPHALT CONCRETE MIXTURE (RETONA BLEND 55 AS A BINDER) Oleh : Chaira NIM. 1209200060093 Komisi Pembimbing : 1. Dr. Ir. Muhammad Isya, M.T. 2. Dr. Ir. Sofyan M. Saleh M.Sc. Eng. ABSTRAC Indonesia is an area that has oil palm plantations are quite extensive. Aceh Barat is one of the districts in the Province of Aceh which is boastful of palm oil industry. Palm oil production generates waste including palm kernel shells and palm pulp; which is used to fuel the furnace/boiler/steam boiler during the extraction process of Crude Palm Oil (CPO). Shells and pulps that has been burned at high temperature ranging between 500°C to 700°C will deform into clinker which is later known as Palm Oil Clinker (POC). This study aims to investigate the physical properties of the POC to use as substitutes of fine aggregate in asphalt concrete mixture. The study also inspects the Marshall characteristics and the performance characteristics of the mixture of Asphalt Concrete Base (AC-Base), Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) and Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) constituted of partial replacement of its fine aggregate. Furnace crush will be crushed where the results of the collision must pass the filter 8 (2.36 mm) and retained on a sieve No. 200 in accordance with the specifications for fine aggregate issued by Department of Public Work 2010. Results of the study displays that there are characteristics value of the AC- BC and AC-WC mixture which compliant with t by Department of Public Work 2010. But for AC- Base the result not compliant.The highest stability value revealed at 100/0 percentage variation of the AC-BC and AC-WC mixture; however, this variant bears the lowest flow value with the consequences that the asphalt concrete mix is potentially high in crack failure thus it is unacceptable to use. An array of tests revealed that the ideal value for optimum durability of asphalt concrete mixture is at ≥75%; therefore, the mixture of AC-WC with 75/25 of percentage variation is recommended by the study. Kata Kunci : Palm oil furnace crust, Marshall characteristics, Retona Blend 55

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TINJAUAN PARAMETER MARSHALL TERHADAP BETON ASPAL BERDASARKAN HASIL KAO MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 (Muhammad Fadhil, 2014)

ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC DENGAN RETONA BLEND 55 DITAMBAH ZAT ADITIF DAN LIMBAH BARUBARA SEBAGAI AGREGAT HALUS (Robby Fineldo Saragih, 2013)

PENGGUNAAN LIMBAH BATUBARA SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK LAPISAN ASPAL BETON AC-WC DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55 (rizki setia, 2013)

HUBUNGAN UMUR DENGAN KUAT TEKAN BETON YANG MENGGUNAKAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR DENGAN FAS 0,40 (HERMI, 2020)

PENGARUH PENGGUNAAN KERAK BOILER CANGKANG SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TARIK DAN KUAT GESER BETON MUTU TINGGI (MUHAMMAD IMAM PRATAMA, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy