GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN STREPTOCOCCUS MUTANS ATCC (31987) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN STREPTOCOCCUS MUTANS ATCC (31987)


Pengarang

RATNA KARIMA WIRANTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101070032

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Nama : Ratna Karima Wiranti
Fakultas : Kedokteran Gigi
Judul Skripsi : Gambaran Histopatologis Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Jantan yang Diinfeksi dengan Streptococcus mutans ATCC
(31987)



Streptococcus mutansmerupakan agen utama karies gigi dan dapat bersifat bakteremiasertasebagai faktor resiko infeksi endokarditis,stroke hemoragik, hepatitis, dan glomerulonepritis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologis ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) jantan setelah diinfeksi dengan Streptococcus mutans ATCC (31987). Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris rancangan post test only control group dengan pendekatan split plot yang menggunakan 24 ekor tikus sebagai hewan coba. Tikus dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diinjeksikan NaCl 0,9% dan kelompok perlakuan yang diinjeksikan 109 CFU/ml suspensi S. mutans. Tikus dieuthanasia pada hari ke-7, 14, 21 dan 30 kemudian dinekropsi untuk pengambilan ginjal guna pembuatan preparat histopatologis. Hasil penelitian yang dianalisis secara deskriptif menunjukkan terjadinya pembengkakan glomerulus, atropi glomerulus, hiperemi, hemoragi, nekrosis dan infiltrasi sel radang pada semua kelompok perlakuan. Pada hari ke-14, 21 dan 30 terjadi peningkatan kerusakan berupa hemoragi dan lisis sel, ruptur pembuluh darah vena dan peningkatan infiltarsi sel radang. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa S. mutans dapat menjadi faktor penentu infeksi pada glomerulus ginjal dan kerusakan yang terjadi meningkat seiring bertambahnya waktu.

Kata kunci: Streptococcus mutans, bakteremia, glomerulonepritis

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK