PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA MERAH (PUNICA GRANATUM L.) TERHADAP JUMLAH SEL LEYDIG TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR JANTAN DIABETES MELITUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA MERAH (PUNICA GRANATUM L.) TERHADAP JUMLAH SEL LEYDIG TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR JANTAN DIABETES MELITUS


Pengarang

ENDAH WIDYASTUTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan ditandai peningkatan glukosa dalam darah. Kondisi DM dapat memicu produksi radikal bebas dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan jumlah sel leydig. Delima merah (Punica granatum L.) memiliki kandungan polifenol tinggi yang dapat digunakan sebagai antioksidan dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak kulit buah delima merah terhadap jumlah sel Leydig tikus putih (Rattus Norvegicus) strain Wistar diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design menggunakan 30 ekor tikus putih jantan strain wistar yang berumur 4-5 bulan dengan berat badan berkisar antara 180-200 gram dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu 1) tikus normal (KN), 2) tikus diabetes (KP), 3) tikus diabetes yang diberi ekstrak kulit buah delima merah dosis 150 mg/kgbb/hr (K1), 200 mg/kgbb/hr (K2) dan 250 mg/kgbb/hr (K3). Pemberian ekstrak kulit buah delima merah dilakukan secara oral menggunakan sonde lambung selama 30 hari. Setelah 30 hari perlakukan, semua tikus perlakuan dinekropsi, testisnya diambil, dan dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoxilin-Eosin (HE). Pengamatan jumlah sel Leydig dilakukan dengan menggunakan mikroskop elektrik biokuler dengan pembesaran 400 X. Data jumlah sel leydig dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang nyata (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK