UJI TOKSISITAS AKUT DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HEPAR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA.L) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

UJI TOKSISITAS AKUT DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HEPAR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA.L)


Pengarang

Nurul Fajriah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanaman sirsak (Annona muricata. L) termasuk famili Annonaceae merupakan
tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini memiliki
aktivitas biologis yang cukup luas sebagai antihiperglikemik, antikanker,
antibakterial, antioksidan, antelmentik dan larvasida. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui keamanan penggunaan ekstrak etanol daun sirsak dan gambaran
histopatologis hepar setelah pemberian ekstrak tersebut. Parameter pada penelitian
ini adalah dosis letalis 50 ( LD
) untuk uji toksisitas akut dan kriteria Manja
Roenigk untuk menilai derajat kerusakan sel hepar. Penelitian ini merupakan
penelitian eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dan menggunakan post-test only with control group design. Hewan coba yang
digunakan adalah 30 ekor tikus putiih (Rattus norvegicus) jantan strain Wistar
dibagi menjadi 5 kelompok dengan 6 ulangan yaitu kelompok kontrol negatif
(hanya diberikan akuades), kelompok perlakuan dosis yang terdiri dari dosis 2000
mg/KgBB, 4000 mg/KgBB, 8000 mg/KgBB dan 16000 mg/KgBB. Pemberian
ekstrak etanol daun sirsak dilakukan secara oral pada hari pertama dan diamati
jumlah kematian hewan coba selama 24 jam serta dilakukan terminasi pada hari
ke-15 untuk pengambilan organ hepar dan pembuatan preparat hepar. Hasil
penelitian menunjukkan nilai LD
50
yaitu 7464 mg/KgBB tikus putih dan adanya
gejala toksik yang terlihat sebelum kematian hewan coba. Data rerata derajat
kerusakan sel hepar dianalisis menggunakan uji ANOVA dan didapatkan adanya
perbedaan bermakna antara peningkatan dosis dengan rerata derajat kerusakan sel
hepar (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK