STUDI PENGARUH INTERSEPSI LAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KETERSEDIAAN AIR (WATER BALANCE) PADA BEBERAPA SUB DAS DI KABUPATEN NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

STUDI PENGARUH INTERSEPSI LAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KETERSEDIAAN AIR (WATER BALANCE) PADA BEBERAPA SUB DAS DI KABUPATEN NAGAN RAYA


Pengarang

MEYLIS SAFRIANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200060028

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya mengalami perkembangan pesat dalam hal perluasan lahan dalam lima tahun terakhir sejak tahun 2009 hingga tahun 2013. Pada tahun 2009, luas total perkebunan sawit 27.434 hektar menjadi 40.216 hektar di tahun 2013. Perubahan tata guna lahan ini perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terutama pada ketersediaan air pada suatu DAS. Salah satu proses yang mempengaruhi hasil air pada suatu DAS adalah proses intersepsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh intersepsi lahan kelapa sawit terhadap water balance (keseimbangan air) pada beberapa sub DAS yang ada di Kabupaten Nagan Raya yaitu sub DAS Bendung Jeuram dan gabungan sub DAS Krung Isep dan sub DAS Krueng Seunagan Hulu. Sub DAS Bendung Jeuram merupakan catchment area pada Daerah Irigasi Jeuram, sedangkan gabungan sub DAS Krung Isep dan sub DAS Krueng Seunagan Hulu merupakan catchment area untuk perencanaan PDAM di Kabupaten Nagan Raya. Metode penelitian ini dengan pengukuran secara langsung di lapangan untuk mendapatkan nilai curah hujan, air lolos, dan aliran batang. Lokasi penelitian berada di perusahaan perkebunan Kelapa Sawit di PT. Sucfindo yang terletak di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa water balance pada sub DAS Bendung Jeuram masih seimbang dan water balance pada sub sub DAS Krueng Isep dan sub DAS Krueng Seunagan Hulu tidak seimbang. Hal ini dikarenakan debit andalan pada sub DAS Krueng Isep dan sub DAS Krueng Seunagan Hulu dengan kondisi lahan kelapa sawit ditanami seluruhnya tidak mampu memenuhi kebutuhan air total. Namun, pada saat sub DAS dengan kondisi lahan kelapa sawit dibatasi masih mampu memenuhi kebutuhan air total. Batasan maksimum yang diperbolehkan atau diizinkan penanaman kelapa sawit pada sub DAS Krueng Isep dan sub DAS Krueng Seunagan Hulu adalah seluas 95,94 km2.

Kata Kunci: Intersepsi, Water Balance, Ketersediaan Air, Debit Andalan, Kebutuhan air total

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK