//

KEBIJAKAN PEMERINTAH NAGAN RAYA TERHADAP POLUSI YANG DIHASILKAN PLTU DI KECAMATAN KUALA PESISIR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Ahmad Al Abral - Personal Name

Abstrak/Catatan

AHMAD AL ABRAL 2015 ABSTRAK KEBIJAKAN PEMERINTAH NAGAN RAYA TERHADAP POLUSI YANG DIHASILKAN PLTU DI KECAMATAN KUALA PESISIR Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (xi, 59), pp., bibl., app. (Prof. Dr. Adwani, S.H.,M.Hum dan Radhi Darmansyah, M.Sc) Pembangunan industri dapat menghabiskan energi dan sumber alam, juga menimbulkan efek dari proses manufaktur (pabrik), sehingga menimbulkan polusi, membawa penyakit, atau menganggu kenyamanan warga setempat. PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) yang berbahan bakar batu bara tentu saja menghasilkan limbah polusi udara yang sangat banyak, dan dapat menimbulkan hujan asam sehingga harus ada kebijakan tegas dari Pemerintah Nagan Raya. Masalah tersebut di dalam studi politik dikenal sebagai Green Politics yang secara umum berfokus pada kajian politik lingkungan atau politik hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan Pemerintah Nagan Raya terhadap polusi yang dihasilkan PLTU serta untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak polusi yang dihasilkan PLTU Nagan Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori system politik, teori politik hijau, konsep perlindungan lingkungan dan pengelolaan lingkungan, konsep kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan, dan konsep penerapan teori dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menjelaskan Kebijakan yang digunakan oleh pemerintah Nagan Raya masih berpedoman pada Peraturan Menteri tentang lingkungan hidup. Pemerintah Nagan Raya dalam tahap menyiapkan kebijakan guna mengantisipasi dampak dari rencana pembangunan PLTU, dan pandangan masyarakat terhadap upaya pemerintah, adanya sosialisasi dari pemerintah, adanya Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan PLTU kepada masyarakat, kebijakan pemerintah sudah memihak kepada masyarakat. Kata Kunci : Kebijakan, Pemerintah Nagan Raya, PLTU, Polusi. AHMAD AL ABRAL 2015 ABSTRACT NAGAN RAYA GOVERNMENT POLICY AGAINST POLLUTION PRODUCED A STEAM POWER PLANT IN KUALA PESISIR. Faculty of Social and Political Science University of Syiah Kuala. (xi, 59), pp., bibl., app. (Prof. Dr. Adwani, S.H.,M.Hum dan Radhi Darmansyah, M.Sc) The construction industry can spend the energy and natural resources, also cause the effects of manufacturing process (manufacturer), giving rise to pollution, disease, or interfere with the convenience of local residents. PLTU (steam power plant), coal-fueled which of course generates air pollution waste very much, and can cause acid rain so there should be a firm policy of the Government of Nagan Raya itself. The problems in the study of politics known as Green Politics which generally focuses on the study of the politics of the environment or green politics. The purpose of this research is to know the Nagan Raya Government policy against pollution is generated to steam power plant as well as to know the views of the community against the Government's efforts in anticipation of the impacts of pollution generated steam power plant in Nagan Raya. Data collection techniques are used i.e. field research and research librarianship. Field studies to obtain primary data is done by means of an interview. While the research libraries to acquire secondary data based on books and related reading. The results of this study explain the Government policy of Nagan Raya is still based on a regulation of the Minister of the environment. The Government is setting up a stage in Nagan Raya policies in order to anticipate the impact of the development plan to steam power plant, and the view of the community's response to the Government's efforts, the socialization of the Government, the Corporate Social Responsibility (CSR) is given to steam power plant to the community, Government policy already in favor of the community. Keywords: Policy, Government of Nagan Raya, Steam power plant, Pollution.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERANCANGAN ULANG BOILER PLTU NAGAN RAYA (T Kamaruzzaman, 2018)

ANALISIS PERMINTAAN KEDELAI PADA INDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA RN( KASUS USAHA HOME INDUSTRY) (Agustia Wardiully, 2014)

PERENCANAAN ALTERNATIF TATA LETAK DAN DIMENSI PEMECAH GELOMBANG PELABUHAN PLTU NAGAN RAYA (Armido, 2015)

STRATEGI PEMBERDAYAAN WANITA NELAYAN DALAM PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI GAMPONG LANGKAK KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA (Cut Irma Aflandari, 2018)

KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PETERNAK KERBAU TERHADAP DAMPAK KETERPAPARAN FLY ASH DI DESA SEKITAR PLTU NAGAN RAYA (Ira Susanti N.Y, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy