//

PENGARUH PROPORSI AMPAS SAGU DAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN TERHADAP MUTU BOKASI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang DELZA MARIDHI - Personal Name

Abstrak/Catatan

Bokasi adalah pupuk yang terbuat dari aerobik Fakultatif kompos sampah dapur termasuk daging dan produk susu tidak digunakan dalam kompos anaerob. Produk limbah dari produksi tepung sagu dan ikan pengolahan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas bokasi. Studi ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah persentase limbah sagu sebagai berikut: A1 = 0%, A2 = 10%, A3 = 20% dan A4 = 30%. Jumlah tepung tulang ikan adalah faktor kedua sebagai berikut: T1 = 0%, T2 = 2,5% dan T3 = 5%. Analisis bokasi yang dihasilkan dilakukan total mikroorganisme, pH, Karbon, Nitrogen, rasio karbon / nitrogen, suhu, kadar air, organoleptik (tekstur, aroma dan warna) dan laju pertumbuhan tanaman (jagung). Setiap percobaan dilakukan dua kali untuk total 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi limbah sagu (A) yang digunakan dalam memproduksi bokasi sangat signifikan (P ≤ 0,01) untuk karbon, rasio karbon / nitrogen, organoleptik (tekstur, aroma dan warna) serta tes tingkat pertumbuhan. Jumlah mikroorganisme dan Nitrogen signifikan (P ≤ 0,05) untuk limbah sagu. Penambahan tepung tulang ikan (T) adalah sangat signifikan (P ≤ 0,01) untuk Karbon, Nitrogen, rasio karbon / nitrogen, organoleptik (warna) serta tingkat pertumbuhan. Jumlah mikroorganisme dan organoleptik (tekstur) adalah signifikan (P ≤ 0,05) untuk makan tulang ikan. Hasil untuk meningkatkan proporsi sagu makan sampah dan tulang ikan (AT) adalah sangat signifikan (P ≤ 0,01) untuk Karbon, rasio karbon / nitrogen, organoleptik (tekstur, aroma dan warna) dan tingkat pertumbuhan. Nitrogen adalah signifikan (P ≤ 0,05). Pada uji tingkat pertumbuhan menggunakan jagung setelah 45 hari hasil terbaik diperoleh dengan menggunakan A4T3 dengan ketinggian 72,10cm yang 67,54cm lebih tinggi dari bokasi standar dan kontrol tanah atas. Bokasi is fertilizer made from aerobically fakultatif composted kitchen waste including meat and dairy products not utilized in aerobic compost. The waste products from the production of sago flour and fish processing can be used to improve the quality of bokasi. The study is a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor is the percentage of sago waste as follows: A1=0%, A2=10%, A3=20% and A4=30%. The amount of fish bone meal is the second factor as follows: T1=0%, T2=2.5% and T3=5%. Analysis of the resulting bokasi was done for total microorganisme, pH, Carbon, Nitrogen, Carbon/Nitrogen ratio, temperature, moisture content, organoleptic (texture, aroma and color) and crop growth rate (corn). Each experiment was performed twice for a total of 24. The results showed that the proportion of sago waste (A) used in producing bokasi was highly significant (P ≤ 0.01) for the carbon, Carbon/Nitrogen ratio, organoleptic (texture, aroma and color) as well as the growth rate test. Total microorganisme and Nitrogen was significant (P ≤ 0.05) for sago waste. The addition of fish bone meal (T) was highly significant (P ≤ 0.01) for the Carbon, Nitrogen, Carbon/Nitrogen ratio, organoleptic (color) as well as growth rate. Total microorganisme and organoleptic (texture) was significant (P ≤ 0.05) for fish bone meal. The results for increasing the proportion of sago waste and fish bone meal (AT) was highly significant (P ≤ 0,01) for the Carbon, Carbon/Nitrogen ratio, organoleptic (texture, aroma and color) and growth rate. Nitrogen was significant (P ≤ 0.05). In the growth rate test using corn after 45 days the best results were obtained using A4T3 with height of 72,10cm which was 67,54cm higher than the standard bokasi and top soil control.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH PROPORSI AMPAS BUBUK KOPI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI (Rizal Fahmi, 2016)

PENGARUH PROPORSI AMPAS TAHU DAN PENAMBAHAN TEPUNG BATU KAPUR DALAM PEMBUATAN BOKASI (Mirza Alfisyahrin, 2016)

PENGARUH PROPORSI AMPAS SAGU DAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN TERHADAP MUTU BOKASI (DELZA MARIDHI, 2016)

DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP KERUPUK SAGU (METROXYLON SAGO ROTTB) DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN PARANG-PARANG (CHIROCENTRUS DORAB) (Melda Asman, 2015)

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG SAGU (METROXYLON SAGO) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA PADA PEMBUATAN SOSIS DAGING AYAM TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAN DAYA IKAT AIR (ZUHRI, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy