//

PEMILIHAN MODA OLEH PEKERJA MENUJU TEMPAT KERJA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS KANTOR WALIKOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang cut mina muzalifa - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Peningkatan jumlah kendaraan pribadi baik mobil dan sepeda motor di kota Banda Aceh berdampak langsung pada lalu lintas di perkotaan. Kenaikan jumlah kendaraan pribadi menunjukkan bahwa angkutan umum mulai kehilangan perannya sebagai angkutan publik yang dominan. Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pihak-pihak terkait mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda, khususnya untuk perjalanan menuju tempat kerja dan untuk pengembangan angkutan umum baik itu dari atau menuju tempat kerja. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pegawai tentang pemilihan moda menuju tempat kerja, untuk mengetahui prioritas alternatif pemilihan moda berdasarkan pertimbangan kriteria yang menyertai moda tersebut. Lokasi penelitian ini adalah Kantor Walikota Banda Aceh, dan responden pada penelitian ini adalah pegawai Kantor Walikota Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh. Data primer didapat dari kuisioner metode Analytical Hierarchy Process (AHP), moda yang diamati adalah mobil, sepeda motor, dan pegawai yang tidak mengendarai kendaraan sendiri menuju tempat kerja (antar jemput), dan faktor pemilihan moda adalah waktu, nyaman, aman, dan biaya. Dengan penelitian ini yang diharapkan dapat diketahui permodelan untuk perjalanan yang tepat menuju tempat kerja. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kriteria pemilihan moda menuju tempat kerja adalah aman sebesar (26,03%), diikuti oleh nyaman (25,39%), waktu (25,87%), dan biaya (22,69%). Untuk segi keamanan moda pilihan responden adalah mobil (51,12%), sepeda motor (29,91%), antar jemput (18,59%). Dari segi kenyamanan moda pilihan responden adalah sepeda motor (38,30%), antar jemput (33,01%), mobil (28,68%). Dari segi biaya moda pilihan responden adalah sepeda motor (46,72%), antar jemput (28,76%), mobil (24,50%). Dari segi waktu moda pilihan responden adalah mobil (40,24%), sepeda motor (35,97%), antar jemput (23,78%). Sedangkan moda global yang menjadi pilihan alternatif responden yang pertama adalah sepeda motor (37,43%), kedua mobil (36,57%) dan selanjutnya antar jemput (26,00%). Kata Kunci: Analytical Hierarchy Process, Kriteria dan Alternatif, Pemilihan Moda.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERSEPSI PEGAWAI NEGERI SIPIL TERHADAP PEMILIHAN MODA UNTUK PERJALANAN KERJA (STUDI KASUS PEGAWAI NEGERI SIPIL KOTA JANTHO YANG BERDOMISILI DI KOTA BANDA ACEH DAN SEKITARNYA) (Rahmad Saputra, 2017)

PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PEKERJA DI KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA (MUHAMMAD ZULFACHRI, 2016)

ANALISIS PEMILIHAN MODA MENUJU TERMINAL BATOH KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (jelita yanti, 2013)

MODEL PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM UNTUK RUTE PERJALANAN BANDA ACEH - LANGSA (SUMARNI, 2016)

ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ANTARA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG MINIBUS AC DENGAN MINIBUS NON AC (STUDI KASUS : BANDA ACEH – TAPAKTUAN) (ANDRIAN, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy