//

PERILAKU SAMBUNGAN BAUT PADA STRUKTUR BALOK PROFIL KANAL (C) FERROFOAM CONCRETE DENGAN TINGGI 450 MILIMETER SEBAGAI ALTERNATIF GELAGAR JEMBATAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Irwansyah - Personal Name
SubjectBRIDGES - CONSTRUCTION
FERROCONCRETE
BOLTS
Bahasa Indonesia
Fakultas Prog. Studi Megister Teknik Sipil
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

Jembatan dapat didefinisikan sebagai suatu konstruksi atau struktur bangunan yang menghubungkan rute atau lintasan transportasi yang terpisah baik oleh sungai, rawa, danau, selat, saluran, jalan raya, jalan kereta api, dan perlintasan lainnya. Pada umumnya, konstruksi jembatan yang terdapat di kawasan pedalaman terbuat dari kayu. Beton ringan memiliki keuntungan, antara lain mengurangi beban mati struktur, memiliki tahanan rambatan panas yang baik, mengurangi kebutuhan agregat alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku lentur beban maksimum pada balok profil kanal (C) ferrofoam concrete yang dihubungkan dengan baut dengan variasi jumlah baut yang digunakan. Benda uji yang dibuat 3 (tiga) balok profil I ferrofoam concrete yang dibentuk dengan 12 segmen profil kanal (C) yang panjangnya 110 mm dirangkai dan disambung dengan pelat 5 mm dan baut berdiameter 12 mm. Balok I tersebut dengan dimensinya, h = 450 mm, bf = 225 mm, tf = 30 mm, tw = 30 mm, panjang 220. Dari data uji tarik wiremesh menghasilkan tegangan luluh 4200 Kg/cm2, regangan luluh 0,0012, modulus elastisitas baja 3,5 x 106 Kg/cm2, diuji juga kawat tulangan di dapat hasil tegangan luluh 4217 Kg/cm2, regangan luluh 0,00176, modulus elastisitas baja 2,393 x 106 Kg/cm2. Uji tarik baut di dapat hasil tegangan luluh 3670 Kg/cm2, regangan luluh 0,0018, modulus elastisitas baja 2,0388 x 106 Kg/cm2, uji tarik pelat tegangan luluh 2585 Kg/cm2, regangan luluh 0,0012, modulus elastisitas baja 2,205 x 106 Kg/cm2. Untuk balok tanpa sambungan beban maksimum sebesar 18,65 Ton, 2 buah baut sebesar 6,00 Ton, 4 baut sebesar 15,31 Ton dan 6 buah baut 17,48 lendutan terbesar 54,60 mm untuk baut 6 buah. Semua baut mengalami kerusakan yaitu berupa pembengkokan pada arah tarik balok saat pembebana. Daerah di sekitar baut, terutama bagian belakang pembebanan mengalami kerusakan berupa retak miring atau kerusakan tumpuan

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERILAKU SAMBUNGAN BAUT PADA STRUKTUR BALOK PROFIL KANAL (C) FERROFOAM CONCRETE DENGAN TINGGI 450 MILIMETER SEBAGAI ALTERNATIF GELAGAR JEMBATAN (Irwansyah, 2016)

PERILAKU BALOK PROFIL KANAL (C) KONSFIGURASI (I) FERROFOAM CONCRETE AKIBAT BEBAN LENTUR (Farid Saputra, 2017)

PENGARUH VARIASI TULANGAN TARIK PADA BALOK PROFIL KANAL (C) FERRO FOAM CONCRETE DENGAN PENAMBAHAN BONGKAHAN CANGKANG SAWIT AKIBAT BEBAN LENTUR (REJA FAHLEZA, 2014)

STUDY EKSPERIMENTAL BALOK PROFIL KANAL (C) FERROFOAM CONCRETE DENGAN PENAMBAHAN POZZOLAN (Aulia Ismatullah, 2017)

KAPASITAS PENAMPANG BALOK PROFIL DOUBLE KANAL (C) FERRO FOAM CONCRETE (AULIA RAHMAN, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy