//

STUDI PERBANDINGAN KUANTITAS DAN KUALITAS GARAM TRADISIONAL LAMPANAH KABUPATEN ACEH BESAR DAN PARU KABUPATEN PIDIE JAYA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nastari Fransisphal - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRACT This research aimed to conduct the differences production in method of traditional salt in Lampanah, Aceh Besar and Paru, Pidie Jaya. This research was conducted from Desember to January 2015. Salt production of Lampanah used inoeng while Paru used jantan as the method respectively. Quantity Lampanah salt production was 280 g/L with a water content of 6,16% and 92,23% NaCl concentration, while quantity Paru salt production was 330 g/L with a water content 8,23% and 89,82% NaCl concentration. The salt in Lampanah showed a better quality than Paru salt production. Lampanah salt production white in color, meanwhile salt production showed yellowish. Key word: Traditional salt, water content, NaCl, method, inoeng and jantan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan metode produksi garam Lampanah, Kabupaten Aceh Besar dan Paru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember sampai dengan Januari 2015. Penelitian ini menggunakan metode survei dan metode analisis. Metode survei meliputi pengamatan lapangan terhadap metode produksi garam serta salinitas air laut yang digunakan, sedangkan metode analisis meliputi uij kadar air dan uji NaCl dan kuantitas garam yang dihasilkan. Produksi garam Lampanah menggunakan metode inoeng sedangkan Paru menggunakan metode jantan. Kuantitas garam hasil produksi Lampanah sebesar 280 g/L dengan kadar air 6,16% dan kadar NaCl 92,23%. Kuantitas garam hasil produksi Paru sebesar 330 g/L dengan kadar air 8,23% dan kadar NaCl 89,82%. Kualitas garam hasil produksi Lampanah lebih bagus daripada hasil produksi Paru. Garam hasil produksi Lampanah memiliki warna butih bersih, ukuran butiran garam lebih halus dan rasa yang asin. Sedangkan, garam hasil produksi Paru memiliki warna putih kekuningan, ukuran butiran lebih kasar dan rasa asin agak pahit. Kata kunci: Garam tradisional, kadar air, NaCl, inoeng dan jantan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS PRODUKSI GARAM DI KABUPATEN PIDIE DAN KABUPATEN PIDIE JAYA (T.iqbal Safriza N, 2019)

STRATEGI PENYALURAN LOGISTIK PASCA BENCANA GEMPA BUMI (STUDI KASUS PIDIE JAYA 2016) (NOEVAL RISMA, 2018)

STRATEGI PENYALURAN LOGISTIK PADA BENCANA GEMPA BUMI (STUDI KASUS GEMPA PIDIE JAYA 2016) (NOEVAL RISMA, 2018)

PERBANDINGAN KONTRIBUSI USAHA TANI PADI DAN KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA (Syarifah Urza, 2020)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGENTASAN KEMISKINAN DI DESA KEUDE PARU KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA (Divia Novita, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy