//

SYARIAT ISLAM DI ACEH DALAM LIPUTAN KHUSUS MAJALAH TEMPO (ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang TEUKU RAJA MUDA DHARMA BENTARA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Pemberitaan mengenai Syariat Islam di Aceh berlangsung sejak diberlakukannya Syariat Islam di Aceh pada tahun 2002. Oleh berbagai pihak, implementasi Syariat Islam di Aceh dinilai memiliki dua dimensi, yaitu dimensi politis dan dimensi Aceh yang kuat akan nilai sprititual. Selain dilatari nilai politis dan spiritual, penerapan Syariat Islam di Aceh juga didukung oleh empat Undang Undang, yang terakhir adalah UU Nomor 11 tahun 2006 mengenai Pemerintah Aceh. Dalam penerapan Syariat Islam di Aceh, salah satu media yang intens melakukan pemberitaan adalah Majalah Berita Mingguan Tempo. Majalah Tempo adalah majalah berita bertiras 180 ribu eksemplar tiap minggu dan menguasai 68% pangsa pasar majalah berita mingguan di Indonesia. Pada penghujung 2011, mengambil momentum 10 tahun penerapan Syariat Islam di Aceh, Majalah Tempo menurunkan liputan khusus bertema “Perda Syariah Untuk Apa,” yang berisikan liputan mengenai pemberlakuan perda (peraturan daerah) berlandaskan Syariat Islam di Indonesia, khususnya Aceh. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough dan Teori Ideologi Media, yang bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui bagaimana bentuk wacana pemberitaan dan pengaruh ideologi yang dihadirkan oleh Majalah Tempo mengenai Syariat Islam di Aceh, juga bagaimana pengaruh sosial budaya yang melatari Majalah Tempo mempengaruhi produksi pemberitaan tersebut. Dalam penelitian ini, penulis melakukan tiga tahapan kajian, yaitu kajian teks, praktik wacana (discourse practice) dan sosial budaya (sociocultural). Hasil penelitian ini menunjukkan jika pemberitaan mengenai Syariat Islam di Aceh oleh Majalah Tempo memiliki kecendrungan pemberitaan yang tidak berimbang. Hal ini terlihat dari pemilihan narasumber yang mayoritas adalah pihak yang kontra. Selalin itu, pengaruh dan latar belakang sosial budaya yang melingkupi Tempo seperti pengaruh para tokoh-tokoh senior Tempo juga menciptakan pemberitaan Tempo yang tidak positif terhadap Syariat Islam dan Islam, sehingga pada akhirnya hasil karya produk jurnalistik Majalah Tempo mengenai penerapan Syariat Islam di Aceh mengasilkan dampak negatif bagi penerapan Syariat Islam di Aceh. Kata kunci: wacana, ideologi, syariat Islam, Tempo.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMBERITAAN KLAIM TARI TORTOR DAN GORDANG SAMBILAN SEBAGAI WARISAN BUDAYA MALAYSIA PADA HARIAN WASPADA (STUDI ANALISIS WACANA KRITIS PADA HARIAN WASPADA) (Ali Mumin Harahap, 2014)

NEGARA YANG TAK BERDAYA (ANALISIS NARATIF UPAYA PEMBERANTASAN NARKOBA DALAM LIPUTAN ‘TANGAN GODFATHER DI KAMPUNG AMBON’ PADA MAJALAH TEMPO) (Rahmat Taufik, 2016)

REPRESENTASI AGENDA MEDIA DALAM SURAT KABAR LOKAL (ANALISIS WACANA PEMBERITAAN KABUT ASAP PADA SERAMBI INDONESIA) (Muhammad Roestian Fahmi Nasution, 2016)

ANALISIS WACANA PEMBERITAAN PRAHARA RUMAH DINAS UNSYIAH PADA MAJALAH WARTA UNSYIAH (OZA AKMAL MAULANA, 2017)

MODE BUSANA PERNIKAHAN ISLAMI YANG SESUAI DENGAN SYARIAT ISLAM DI BANDA ACEH (Cut Nadia Fhonna, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy