//

MAKNA DAN FUNGSI SOSIAL SENI WAYANG KULIT BAGI MASYARAKAT JAWA PERANTAUAN (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang TEGUH SURYADI - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRACT Art Wayang Kulit, which is one form of art produced from Javanese culture that has become a symbol of human life in the world and the media to perform traditional ceremonies as an expression of gratitude to the Creator of Gusti "God" who gives a blessing to mankind. This art is often done by the Java community once a year into the month of Muharram or suroan. Performing arts puppet is not only done by people who are on the island of Java Java Java community but also the overseas residing in the district wih Pesam especially in the village Suka Makmur Makmur danSuka East. The aim of research to determine the meaning and function of art for Javanese Wayang Kulit overseas and how the Java community to maintain it. The theory is the research used functional proposed by Parsons that emphasizes regularity of social and community based models A.G.I.L balance that serves as social control. This type of research is qualitative by using the method of collecting data through observation in the study sites, interviews wi th informants openly. The results showed that the relationship between God and man and man and man portrayed by the story of the play puppet in the form of meaning and function as traditional ceremonies, an act of gratitude to God and the story in wayangan be admonished in the guidance of human society as well as the media to silahturahmi among the Java community in the district wih Pesam. To preserve the art of the puppet is the Java community is always doing an exercise routine and find and train new members aiming for the successor generation of puppet making binding culture is still there and be social control that emphasizes order in society. To maintain Puppet art in the village Suka Suka Makmur Makmur and East with the support of local governments better and the means puppet diperbahurui like tools sehigga puppetry and puppet story more easily understood. Keywords: Puppet, Meaning and Function, preservation iv Abstrak Kesenian Wayang Kulit yang merupakan salah satu bentuk karya seni dihasilkan dari budaya Jawa yang menjadi simbol kehidupan manusia di dunia dan media untuk melakukan upacara adat sebagai wujud syukur kepada Sang Gusti Pencipta alam “Tuhan” yang memberikan berkah kepada manusia. Kesenian ini kerap dilakukan oleh masyarakat Jawa setahun sekali memasuki bulan Muharam atau suroan. Pentas seni wayang ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Jawa yang berada di pulau Jawa saja melainkan juga masyarakat Jawa perantauan yang berada di Kecamatan Wih Pesam khususnya di Kampung Suka Makmur danSuka Makmur Timur. Tujuan penelitian untuk mengetahui makna dan fungsi kesenian Wayang Kulit bagi masyarakat Jawa perantauan dan cara masyarakat Jawa dalam mempertahankannya.Teori yang digunakan penelitia n adalah fungsional yang dikemukakan oleh Parsons yang lebih menekankan keteraturan social dan keseimbangan masyarakat berdasarkan model A.G.I.L yang berfungsi sebagai kontrol sosial. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi pada lokasi penelitian, wawancara terhadap informan secara terbuka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara Tuhan dengan manusia dan manusia dengan manusia yang digambarkan dengan cerita lakon Wayangan dalam bentuk makna dan fungsi sebagai upacara adat, wujud syukur kepada Tuhan dan cerita yang ada di Wayangan menjadi petuah dalam tuntunan manusia bermasyarakat juga sebagai media untuk silahturahmi sesama masyarakat Jawa di kecamatan Wih Pesam. Untuk tetap melestarikan seni wayang ini masyarakat Jawa selalu melakukan latihan rutin dan mencari serta melatih anggota baru yang bertujuan untuk penerus generasi pewayangan sehingga budaya yang bersifat mengikat ini tetap ada dan menjadi kontrol sosial yang menekankan pada keteraturan dalam bermasyarakat. Untuk mempertahankan keseian Wayang Kulit di Kampung Suka Makmur dan Suka Makmur Timur dengan dukungan pemerintah daerah yang lebih baik serta sarana pewayangan diperbahurui seperti alat-alat pewayangan dan cerita pewayangan sehigga lebih mudah dipahami. Kata kunci : Wayang Kulit, Makna dan Fungsi, pelestarian

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

BENTUK SENI PERTUNJUKAN WAYANG KULIT DI SANGGAR LESTARI BUDAYA KABUPATEN BENER MERIAH (LILIK SAFRIANA AULIA, 2019)

PERKEMBANGAN KESENIAN WAYANG KULIT DI DESA BLANG PAKU KABUPATEN BENER MERIAH (1935-2012) (Rapita Aprilia, 2014)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN GRATIS DI PUSKESMAS SIMPANG TERITIT KEC. WIH PESAM KAB. BENER MERIAH (Yulita Sofiana, 2017)

PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN KUDA KEPANG DI SANGGAR SETIA BUDAYA DESA BLANG PAKU KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2012-2018 (Devi Viliani, 2019)

INTERAKSI SOSIAL ANTARA ETNIS JAWA DENGAN ETNIS GAYO DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (1978-2010) (Nera Maya, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy