//

PERAN PARTAI GOLKAR DAN PARTAI ACEH DALAM MENGURANGI ANGKA GOLONGAN PUTIH (GOLPUT) PADA PEMILU PRESIDEN TAHUN 2014 DI ACEH UTARA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Martunis - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRACT MARTUNIS, THE ROLE OF GOLKAR PARTY AND ACEH 2015 PARTY IN REDUCING THE NUMBER OF ABSTENTIONS IN PRESIDENTIAL ELECTION IN 2014 IN NORTH ACEH Faculty of Social and Political Science of Syiah Kuala University (vii, 74), pp., bibl., app., (Taufik Abdullah, MA and Faradilla Fadlia, MA) Abstention cannot be separated from an election. Every five years, the number of abstentions is increasing, especially in presidential election. Itcan be seen from the lackof political parties’ role in overcoming the abstentions in Indonesia, especially in North Aceh. The weak role of the parties makes the number of abstentions increased so that the legitimacy of power and the wheel of government become weak. The purpose of this study was to find out the role of Golkar Party and Aceh Party in reducing the number of abstentions and to find out the obstacle factors in the implementation of the parties’ role in presidential election in 2014 in North Aceh.The method used in this study was field research and library research.The field research was used to obtain primary data by conducting interview, while the library research was used to obtain secondary data based on the related books and reading materials. The results of the study described that Golkar Party and Aceh Party have been serious in overcoming the abstentions in North Aceh, which was seen from many activities held both in campaign and in socialization. The obstacles faced by Golkar Party and Aceh Party were the budget limitations that made them unable to work maximally and there was no emotional bond between the society and presidential candidates caused by technical reasons, such as the short period between the legislative election and presidential election, fasting month, and the FIFA world cup. The conclusion showed that thepolitical parties have been serious in carrying out their role in reducing the number of abstentions, even though it was not maximal. The obstacles in overcoming the problem were the lack of budget and the apathetic and traditional attitude of the society in doing voting. Keywords: Political Party, Abstention, Presidential Election. ABSTRAK MARTUNIS, PERAN PARTAI GOLKAR DAN PARTAI 2015 ACEH DALAM MENGURANGI ANGKA GOLONGAN PUTIH (GOLPUT) PADA PEMILU PRESIDEN TAHUN 2014 DI ACEH UTARA Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (vii, 74), pp., bibl., app., (Taufik Abdullah, MA dan Faradilla Fadlia, MA) Golongan Putih (Golput) tidak bisa lepas dari Pemilu, setiap lima tahun angka Golput meningkat terlebih pada Pemilu Presiden. Hal ini nampak dari lemahnya peran partai politik guna menanggulangi Golput di Indonesia khususnya di Aceh Utara. Lemahnya peranan dari partai politik berakibat tingginya angka Golput sehingga legitimasi kekuasaan dan roda pemerintahan melemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Partai Golkar dan Partai Aceh dalam mengurangi angka Golput pada pemilu presiden Tahun 2014 di Aceh Utara, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan peranan partai politik pada pemilu presiden Tahun 2014 di Aceh Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini mejelaskan bahwa keseriusan Partai Golkar dan Partai Aceh dalam menanggulangi Golput di Aceh Utara sudah nampak jelas dari banyaknya kegiatan baik dalam bentuk kampanye maupun dalam bentuk sosialisasi, kemudian kendala yang dihadapi Partai Golkar dan Partai Aceh saat menjalankan perannya pada pemilu presiden Tahun 2014 di Aceh Utara adalah, keterbatasan anggaran sehingga mereka tidak bisa bekerja secara maksimal, tidak adanya ikatan emosional antara masyarakat dengan calon presiden serta dikarenakan alasan teknis lainnya seperti; jarak waktu antara pemilu legislatif dengan pemilu presiden yang singkat, bulan puasa, serta piala dunia. Kesimpulan menunjukkan bahwa, keseriusan partai politik dalam menjalankan peranannya untuk mengurangi Golput sudah nampak jelas dari banyaknya upaya yang dilakukan selama waktu kampanye, walaupun tidak begitu maksimal. Yang menjadi hambatannya adalah dana yang sedikit serta perilaku masyarakat yang masih apatis serta berperilaku tradisional dalam memilih. Kata Kunci : Partai Politik, Golput, Pemilu Presiden.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KEKALAHAN PARTAI GOLKAR DI DAPIL 4 KOTA BANDA ACEH PADA PEMILU TAHUN 2019 (MUHAMMAD MAUVAL ZUHRIANSYAH, 2020)

STRATEGI PEMENANGAN KURSI DPRK PARTAI GOLKAR PADA PEMILU LEGISLATIF 2014 DI KABUPATEN BIREUEN (SYAHRIZAL, 2015)

KEMENANGAN PARTAI GOLKAR PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014 DI KABUPATEN GAYO LUES (SAHAR, 2016)

FAKTOR PENYEBAB PERPECAHAN ARAH KOALISI KADER DAN SIMPATISAN PARTAI GOLKAR BANDA ACEH PADA PILPRES 2014 (M. IQBAL, 2015)

KEMENANGAN PARTAI GOLKAR PADA PEMILU LEGISLATIF DI ACEH TENGGARA (STUDI KASUS PENGARUH HASANUDDIN BROEH TERHADAP KEMENANGAN PARTAI GOLKAR DI PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014) (Wulan Andrika, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy