PERANAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PEMBENTUKAN HUBUNGAN YANG HARMONIS ANTARA MAHASISWA MALAYSIA DAN MAHASISWA ACEH (PENELITIAN DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PEMBENTUKAN HUBUNGAN YANG HARMONIS ANTARA MAHASISWA MALAYSIA DAN MAHASISWA ACEH (PENELITIAN DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY BANDA ACEH)


Pengarang

Nurul Aida - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110102010051

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Peranan Komunikasi Antarbudaya dalam Pembentukan
Hubungan yang Harmonis antara Mahasiswa Malaysia dan Mahasiswa Aceh
(Penelitian di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)”. Tujuannya
untuk mengetahui bagaimana peran komunikasi antarbudaya dalam pembentukan
hubungan yang harmonis antara mahasiswa Malaysia dan mahasiswa Aceh di
UIN Ar-Raniry Banda Aceh, faktor-faktor penghambat komunikasi antarbudaya
dalam pembentukan hubungan yang harmonis, serta upaya -upaya yang dilakukan
oleh mahasiswa Malaysia dan mahasiswa Aceh dalam mengatasi permasalahan
komunikasi antarbudaya agar dapat mempertahankan hubungan yang harmonis.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pengelolaan kecemasan
dan ketidakpastian atau yang disebut dengan Anxiety/Uncertainty Management
Theory (AUM Theory). Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling
dan purposive sampling dalam pemilihan informannya, sedangkan untuk
menganalisis data, penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan
Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa peran komunikasi
antarbudaya dalam pembentukan hubungan yang harmonis yang dilakukan oleh
mahasiswa Malaysia dan mahasiswa Aceh yaitu menyatakan identitas sosial,
integrasi sosial, melepaskan diri atau jalan keluar serta jembatan terhadap
perbedaan antarpribadi. Namun dalam proses komunikasi antarbudaya yang
berlangsung juga tidak terlepas dari faktor-faktor penghambat, dalam penelitian
ini terdapat hambatan komunikasi antarbudaya berupa penarikan diri, pencarian
kesamaan dan prasangka. Hal tersebut membutuhkan kesadaran sebagai upaya
yang harus dilakukan oleh mahasiswa Malaysia dan mahasiswa Aceh dalam
mengatasi permasalahan komunikasi antarbudaya agar dapat mempertahankan
hubungan yang harmonis yaitu kekuatan kepribadian (personality strenght),
kecakapan komunikasi (communication skills), penyesuaian psikologis
(psychological adjustment) dan kesadaran budaya (cultural awareness).
Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Hubungan yang Harmonis, Mahasiswa
Malaysia dan Mahasiswa Aceh

ABSTRACT
The title of the study is “The Role of Intercommunication in Establishing
Harmonic Relationship between Malaysian and Acehnese Students (A Study at
the State Islamic University of Ar -Raniry).” This study aimed to learn the role of
intercultural communication in establishing harmonic relationship between
Malaysian and Acehnese students at the State Islamic University of Ar-Raniry, its
impeding factors in establishing harmonic relationship, and efforts done by
Malaysian and Acehnese students in solving intercultural communication
obstacles in maintaining the harmonic relationship. This study used
Anxiety/Uncertainty Management Theory (AUM Theory). It employed snowball
sampling method and purposive sampling in selecting the informants whereas for
data analysis, this study used Mile and Huberman data analysis model. Based on
the study results, intercultural communication has a role in establishing harmonic
relationship between Malaysian and Acehnese students indicating social identity,
social integration, self-detachment or walkout and interpersonal difference
conduit. Discussing intercultural communication cannot be separated from
impeding factors. Impeding factors found in this study are withdrawal, similarity
quest and prejudice. Malaysian and Acehnese students need to be aware of these
to solve intercultural communication problems in maintaining harmonic
relationship such as personality strength, communication skill, psychological
adjustment and cultural awareness.
Keywords: Intercultural communication, Harmonic relationship, Malaysian
Student and Acehnese Student

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK