//

ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL TIPE T (STUDI KASUS PERSIMPANGAN JALAN W.R SUPRATMAN DAN JALAN T.PANGLIMA POLEM KOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Aini Sukma - Personal Name
SubjectROADS - ENGINEERING
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Teknik
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

Untuk membantu merencanakan sarana dan prasarana transportasi perkotaan yang memadai dan berkesinambungan diperlukan sistem manajemen transportasi yang baik. Salah satu kebijakan manajemen itu adalah dengan distribusi lalu lintas pada suatu jaringan jalan dan persimpangan. Salah satu persimpangan di Kota Banda Aceh yang memiliki konflik adalah persimpangan Jalan W.R Supratman dan Jalan T. Panglima Polem. Pada persimpangan ini terdapat perparkiran disekitaran simpang sehingga membuat pemakai jalan yg melewati persimpangan tersebut merasa terganggu. Persimpangan Jalan W.R Supratman dan Jalan T. Panglima Polem Kota Banda Aceh merupakan simpang tipe T tak bersinyal yang memiliki 3 lengan. Jalan W.R Supratman adalah jalan Kolektor Sekunder dengan panjang jalan 400 meter dan lebar 14 meter. Jalan ini mempunyai 2 lajur efektif dan 1 arah dengan lebar masing-masing lajur 3,5 meter. Jalan T. Panglima Polem adalah jalan Arteri Sekunder yang memiliki panjang jalan 600 meter terdiri dari 2 jalur dan 2 arah dengan median sebagai pemisah jalan (6/2D). Jalan ini memiliki 2 lajur efektif tiap jalurnya. Lebar lajur efektif adalah 3,5 meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tiga tak bersinyal. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data volume lalu-lintas. Pengambilan data pengamatan dilakukan tiga hari selama 3 (tiga) waktu yaitu pada jam puncak pagi, siang dan sore. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa puncak arus tertinggi diantara tiga hari pengamatan pada persimpangan Jalan W.R Supratman dan Jalan T. Panglima Polem adalah pada hari Sabtu tanggal 13 Juni 2015 sebesar 4668 smp/jam. Untuk mendapatkan nilai derajat kejenuhan (DS) digunakan metode MKJI sedangkan untuk mendapatkan tingkat pelayanan simpang digunakan metode HCM. Hasil perhitungan didapatkan nilai derajat kejenenuhan (DS) sebesar 0,80. Salah satu pergerakan belok kanan/Right Turn (RT) jalan minor pada persimpangan ini dikategorikan dalam tingkat pelayanan D yang berarti arus mulai terganggu dengan nilai tundaan sebesar 27 det/kend. Solusi pada permasalahan pada persimpangan ini adalah menerapkan aturan sesuai Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang menyatakan bahwa peraturan untuk perparkiran pada sekitar simpang adalah 25 meter dari mulut simpang. Kata kunci : derajat kejenuhan, tingkat pelayanan, MKJI 1997, HCM 2000.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TIPE T (RUAS JALAN NYAK ADAM KAMIL DAN HASAN SALEH NEUSU, BANDA ACEH) (muhammad ikhsan, 2014)

PENGARUH MEDIA REKLAME TERHADAP ESTETIKA VISUAL KOTA STUDI KASUS JALAN T. PANGLIMA POLEM PEUNAYONG, BANDA ACEH (Nurrahman Wiyanto, 2018)

EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA JALAN TEUKU NYAK ARIEF – TGK. SYECH ABDUR RAUF DARUSSALAM BANDA ACEH (Masrullah Wahab, 2015)

PERENCANAAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR PADA SIMPANG BPKP KOTA BANDA ACEH (ZIKKIRULLAH, 2020)

EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG REMI KOTA LANGSA DENGAN METODE MKJI DAN SIMULASI (IQBAL, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy