//

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI LAPISAN PASIR PADA LOKASI JEMBATAN LAMBARO, ACEH BESAR (MENGGUNAKAN METODE ANALISIS KISHIDA, WHITMAN, DAN SEED & IDRIS)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Lia Amalia - Personal Name

Abstrak/Catatan

Aceh merupakan daerah rawan bencana dan termasuk daerah yang aktif gempa, dikarenakan di sekitar pantai barat Sumatera merupakan daerah pertemuan dari dua lempeng tektonik yang dapat mempengaruhi gempa. Gempa bumi yang terjadi dapat menyebabkan likuifaksi pada lapisan tanah tertentu. Likuifaksi adalah peristiwa berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklis pada saat gempa terjadi sehingga tekanan air pori meningkat mendekati atau melampaui tegangan efektif tanah. Getaran gempa dapat menyebabkan potensi likuifaksi yang merupakan gejala keruntuhan struktural tanah akibat menerima beban yang siklis (berulang), yang menyebabkan tekanan air pori pada lapisan tanah pasir meningkat sehingga kuat geser tanah menjadi berkurang atau bahkan hilang (loose of strength). Jembatan Lambaro, Kabupaten Aceh Besar mempunyai letak geografis pada koordinat 5o30’33,04” LU dan 95o21’34,07” BT. Studi penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi terjadinya likuifaksi akibat guncangan yang ditimbulkan oleh gempa bumi pada formasi lapisan pasir yang berada di bawah Jembatan Lambaro, Aceh Besar. Penelitian dilakukan dengan menganalisis profil bore-log dan nilai N-SPT dengan analisis potensi likuifaksi menggunakan metode Kishida (1969), Whitman (1971), dan Seed & Idris (1971). Hasil dari analisis potensi likuifaksi pada lokasi ini adalah dengan menggunakan metode Kishida (1969) pada titik bor 3 berpotensi likuifaksi pada lapisan tanah 26,75 - 40,00 m dan titik bor 5 tidak terjadi likuifaksi pada semua lapisan. Dari ketiga percepatan yang digunakan untuk menghitung analisis potensi likuifaksi metode Whitman (1971), yaitu Donovan, Newmark dan Kawashumi, memberikan hasil secara umum yang berpotensi likuifaksi terjadi pada setiap titik bor dengan magnitude gempa di atas 7,0 SR (Skala Richter) pada kedalaman 9,95 - 40,00 m. Menurut metode Seed & Idris (1971) pada titik bor 3 memberikan hasil kemungkinan likuifaksi yang bervariasi berdasarkan ketiga metode percepatan gempa yang digunakan, sedangkan pada titik bor 5 yang berpotensi likuifaksi hanya terjadi pada metode percepatan gempa Newmark dengan magnitude gempa 9,0 SR pada kedalaman 20,00 - 40,00 m. Kata kunci: likuifaksi, tanah pasir, gempa, beban siklis, tekanan air pori.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI LAPISAN PASIR PADA LOKASI JEMBATAN KRUENG CUT (MENGGUNAKAN METODE KISHIDA, WHITMAN DAN VALERA & DONOVAN) (Akmal Zulfi, 2016)

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN PASIR DI BAWAH JEMBATAN JAMUR UJUNG KABUPATEN BENER MERIAH (METODE WHITMAN, KISHIDA, DAN VALERA & DONOVAN) (, 2020)

ANALISISPOTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN PASIRDI BAWAH JEMBATANPRESTRESS REUSEP TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA (Mursal Amda, 2019)

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN PASIR DI BAWAH JEMBATAN WERI-SAHAREI KABUPATEN FAKFAK, PAPUA BARAT (MENGGUNAKAN METODE KISHIDA, WHITMAN, DAN VALERA & DONOVAN) (Selviana Fuad, 2017)

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN KERAS TANAH PASIR DI BAWAH GEDUNG ISLAMIC CENTER AT-TAQARRUB TRIENGGADENG-PIDIE JAYA (MENGGUNAKAN METODE KISHIDA, CASTRO, DAN SEED ET AL.) (Syifa Nabila, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy