//

PERBANDINGAN DEBIT LIMPASAN MENGGUNAKAN MODEL LUMPED DAN DISTRIBUTED PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI PERBANDINGAN DEBIT LIMPASAN MENGGUNAKAN MODEL LUMPED DAN DISTRIBUTED PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Alfandias Saurena - Personal Name

Abstrak/Catatan

Debit limpasan merupakan salah satu parameter dalam siklus hidrologi. Debit limpasan dipengaruhi oleh faktor meteorologis dan geologis daerah aliran sungai (DAS). Model hidrologi yang sering digunakan untuk menghitung debit limpasan adalah model lumped (menyatu). Model ini menganggap faktor yang berpengaruh, kejadiannya merata dalam DAS. Model ini menghasilkan output (keluaran) tanpa memperhatikan perbedaan parameter pada DAS. Model distributed (menyebar) dikembangkan untuk memperhatikan variabilitas parameter pada DAS. Penelitian ini melakukan perhitungan debit limpasan dengan model lumped dan distributed. Perhitungan dengan menggunakan kedua model tersebut dimungkinkan memberikan hasil debit limpasan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan perhitungan debit limpasan antara kedua model tersebut. Perhitungan dilakukan dengan metode rasional yaitu dengan memperhitungkan parameter intensitas hujan, luasan DAS, dan koefisien limpasan pada DAS. DAS yang dipilih adalah DAS Aek Sarudik yang terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Parameter yang bervariasi pada perhitungan dengan model lumped, dibuat seragam dengan cara merata-ratakannya secara proporsional dalam DAS. Perhitungan dengan model distributed membagi areal pada DAS menjadi areal yang lebih kecil. Setiap areal memiliki nilai parameter tersendiri. Perhitungan dilakukan pada setiap areal di dalam DAS. Debit limpasan setiap areal digabungkan dengan areal yang lain dimulai dari hulu menuju ke hilir sesuai dengan arah alirannya sehingga mencapai debit puncak limpasan. Hasil perhitungan debit limpasan model lumped adalah 9,71 m3/det. Debit limpasan tersebut sedikit berbeda dari hasil perhitungan debit limpasan model distributed yaitu 9,27 m3/det. Berdasarkan hasil perhitungan penggunaan model lumped dalam perhitungan terbatas digunakan untuk menganalisis debit puncak pada satu titik tinjauan (outlet) saja. Analisis debit pada titik lainnya memerlukan perhitungan ulang. Model distributed lebih baik digunakan jika terjadi perubahan tata guna lahan DAS karena model tersebut dapat menganalisis debit limpasan secara spasial dan temporal pada DAS. Kata kunci : debit limpasan, metode rasional, model lumped dan model distributed

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP HIDROGRAF BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PASE KABUPATEN ACEH UTARA (RAHMAWATI, 2019)

KAJIAN PENELUSURAN BANJIR (FLOOD ROUTING) TERHADAP KAPASITAS TAMPUNGAN SUNGAI DI HILIR WADUK KEUREUTO KABUPATEN ACEH UTARA (Rais Buldan, 2016)

OPTIMASI PARAMETER MODEL DR. MOCK UNTUK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (MERI GUSTIAN, 2014)

ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI STUDI KASUS SUB DAS KRUENG SEULIMUEM, KRUENG KEUMIREU DAN KRUENG INONG (Jufriadi, 2016)

KAJIAN ALIRAN PADA MODEL BENDUNG MERCU DATAR (Agus Setiawan, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy