//

PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PELAKU USAHA YANG MENUKAR UANG KEMBALIAN DENGAN BARANG YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR ALAT TUKAR YANG SAH (SUATU PENELITIAN DI BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang CUT AZZURA AMADEA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK CUT AZZURA AMADEA; 2015 PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PELAKU USAHA YANG MENUKARKAN UANG KEMBALIAN DENGAN BARANG YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR ALAT TUKAR YANG SAH (Suatu Penelitian di Banda Aceh) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v, 50) pp., bibl. RISMAWATI, S.H., M.Hum. Pasal 4 huruf g Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menetapkan bahwa konsumen (selanjutnya disingkat UUPK) berhak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Selain itu dalam pasal Pasal 7 huruf a UUPK juga ditetapkan bahwa pelaku usaha wajib untuk beriktikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya. Namun pada kenyataannya masih ada pelaku usaha yang dalam menjalankan kegiatan usahanya tidak sesuai dengan UUPK, diantaranya masih ada pelaku usaha yang menukar uang kebalian dengan barang yang tidak memenuhi standar alat tukar yang sah. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan tanggung jawab pelaku usaha yang menukar uang kembalian dengan barang yang tidak memenuhi standar alat tukar yang sah, untuk menjelaskan upaya yang dapat dilakukan oleh konsumen yang dirugikan akibat praktik pelaku usaha yang menukar uang kembalian dengan barang yang tidak memenuhi standar alat tukar yang sah, dan untuk menjelaskan penyebab pelaku usaha menukar uang kembalian dengan barang yang tidak memenuhi standar alat tukar yang sah. Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari serta menganalisa peraturan perundang-undangan, buku teks, surat kabar, tulisan ilmiah, dan literatur-literatur yang diunduh dari internet yang ada relevansinya dengan masalah yang dibahas dalam penulisan ini. Penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai pemilik dan karyawan swalayan serta informan dan membagikan kuisioner kepada konsumen. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pelaku usaha yang menukar uang kembalian dengan permen tidak melaksanakan tanggung jawabnya ketika terdapat keluhan dari konsumen, permen yang dijadikan alat tukar untuk tidak sesuai dengan mata uang rupiah yang sah menurut Undang-Undang dan terlebih lagi kondisi kelayakan mengenai kandungan dan masa berlakunya tidak dicantumkan pada kemasan permen, secara tidak langsung konsumen dipaksa untuk membeli barang yang tidak diinginkan, hal tersebut menimbulkan kerugian bagi konsumen. Upaya yang dilakukan oleh konsumen yang dirugikan akibat praktik pelaku usaha yang menukar uang kembalian dengan permen adalah dengan cara menolak atau dengan melakukan pengaduan kepada YaPKA. Penyebab pelaku usaha menukar uang kembalian dengan barang yang tidak memenuhi standar alat tukar yang sah adalah karena kurangnya itikad baik dari pelaku usaha dalam menjalankan usahanya dan kurangnya pengetahuan konsumen mengenai hak-haknya. Disarankan kepada pelaku usaha untuk beritikad baik dan bertanggung jawab menjalankan kewajibannya sesuai yang diatur dalam UUPK. Serta kepada konsumen agar lebih aktif dalam memperjuangkan hak-haknya. Diharapkan juga kepada pemerintah agar lebih tegas dalam menerapkan sanksi atas pelanggaran yang terdapat dalam UUPK.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP PEMENUHAN HAK KONSUMEN DI STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM DI KOTA BANDA ACEH (Dita Sabila, 2015)

PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP BARANG PERSONAL HYGIENE YANG KEDALUWARSA PADA SWALAYAN DI KOTA BANDA ACEH (Safriani, 2016)

PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI YANG MENGGUNAKAN MATA UANG ASING PADA LABEL HARGA BARANG YANG DIPERDAGANGKAN (SUATU PENELITIAN PADA TOKO SOUVENIR DI KOTA SABANG) (Candri Amalia Sani, 2016)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DARI PELAKU USAHA BERAS TANGSE OPLOSAN (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN TANGSE KABUPATEN PIDIE) (Chairul Ikhsan, 2017)

PERLINDUNGAN KONSUMEN PENGGUNA HELM YANG TIDAK MEMILIKI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Cut Putri Oktaviani, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy