//

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DESA LHOK KRUET KECAMATAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rahmat Safri - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Tanah berfungsi sebagai bahan konstruksi maupun sebagai pondasi pendukung suatu bangunan. Kemampuan tanah dalam menerima beban sangat tergantung dari kepadatannya, dan kepadatan tanah itu sendiri tergantung pada gradasi dan perilaku tanah terhadap perubahan kadar air. Salah satu usaha untuk meningkatkan kekuatan tanah dapat dilakukan dengan menstabilisasi tanah dengan campuran limbah karbit. Limbah karbit adalah pembuangan sisa-sisa dari proses penyambungan logam dengan logam (pengelasan) yang menggunakan gas karbit ( gas aseteline = C2H2) sebagai bahan bakar dan banyak mengandung unsur kalsium sekitar 34%. Limbah karbit ini berasal dari bengkel las. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah karbit yang digunakan sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai CBR tanah lempung. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Desa Lhok Kruet Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya. Tanah tersebut menurut klasifikasi AASHTO tergolong jenis tanah berlempung dengan simbol kelompok A-7-5 (33). Menurut USCS termasuk golongan tanah berlempung dengan simbol CH (Clay High) dengan indeks plastisnya adalah 32,04%. Penambahan limbah karbit dilakukan dengan variasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% dari berat kering tanah. Pengujian CBR dilakukan dengan menggunakan alat uji CBR (California Bearing Ratio) test. Benda uji dibuat sebanyak 36 sampel, yaitu 18 sampel pada kondisi tidak terendam dan 18 sampel pada kondisi terendam selama 4 hari dengan mengukur nilai pengembangannya. Benda uji tersebut dibuat pada kondisi kadar air optimum (OMC) dari pengujian pemadatan untuk masing-masing variasi campuran limbah karbit. Hasil pengujian ini memperlihatkan bahwa puncak kenaikan nilai CBR kondisi tidak terendam terjadi pada penambahan 10% yaitu 22,40% dan penambahan 12,5% nilai CBR turun menjadi 18,79%. Sedangkan nilai CBR kondisi terendam puncak kenaikan juga terjadi pada penambahan 10% yaitu 15,19% dan penambahan 12,5% nilai CBR turun menjadi 13,93. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah karbit secara umum berpengaruh terhadap nilai CBR. Hal ini terjadi karena reaksi dari unsur kalsium (CaO) di dalam limbah karbit yang memberi pengaruh terhadap struktur butiran dari tanah lempung. Kata kunci :stabilisasi tanah, nilai CBR, limbah karbit

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP NILAI PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG DESA LHOK KRUET KECAMATAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA (Roland Alhadrawi, 2016)

ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG KECAMATAN MONTASIK DENGAN PERCOBAAN CBR TIDAK TERENDAM (UNSOAKED) (fadhil rahmat, 2016)

ANALISIS PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP KEPADATAN TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG KECAMATAN MONTASIK (Muazzir, 2017)

ANALISIS PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP NILAI CBR TERENDAM (SOAKED) TANAH LEMPUNG DESA LIMPOK KECAMATAN DARUSSALAM (Ramadhana, 2017)

ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG KECAMATAN MONTASIK DENGAN PENGUJIAN DIRECT SHEAR (REZA KHAIDIR, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy