HUBUNGAN SUHU TUBUH DENGAN OUTCOME GCS PASIEN RN STROKE HEMORAGIK DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN RNBANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN SUHU TUBUH DENGAN OUTCOME GCS PASIEN RN STROKE HEMORAGIK DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN RNBANDA ACEH


Pengarang

RAHMAT ARDIANTO S HSB - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307101020177

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.81

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA FAKULTAS KEPERAWATAN

Skripsi
XIV Halaman + VI Bab + 50 Halaman + 8 Tabel + 2 Skema + 12 Lampiran

Rahmat Ardianto S Hsb
1307101020177

“HUBUNGAN SUHU TUBUH DENGAN OUTCOME GCS PASIEN STROKE HEMORAGIK DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH
SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN
BANDA ACEH TAHUN 2015”

ABSTRAK

Prevalensi kasus stroke semakin meningkat setiap tahun khususnya pada stroke hemoragik maka penting bagi perawat gawat darurat untuk mengetahui perkembangan kondisi akut pasien stroke hemoragik guna mencegah kecacatan setelah serangan bahkan kematian. Salah satu cara menilai perkembangan keadaan akut pasien stroke hemoragik adalah dengan memantau perubahan suhu tubuh dan penilaian glasgow coma scale (GCS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan suhu tubuh dengan outcome GCS pasien stroke hemoragik di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan desain prospektif study (cohort) dengan jumlah 32 sampel. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar isian/observasi. Hasil penelitian didapat bahwa hipertermia sebanyak 17 orang (53.1%) dengan outcome GCS berat 12 orang, sedang 4 orang dan ringan 1 orang. Normotermia 11 orang (34.4%) dengan outcome GCS berat 1 orang, sedang 3 orang dan ringan 7 orang sedangkan hipotermia 4 orang (12.5%) dengan outcome GCS berat dan sedang masing-masing 1 orang dan ringan 2 orang. Terdapat hubungan yang bermakna antara suhu tubuh dengan outcome GCS pasien stroke hemoragik (p-value = 0.008). Hasil studi ini menunjukan bahwa semakin tinggi suhu tubuh pasien stroke hemoragik maka sangat berpengaruh terhadap outcome GCS berat yang didapatkan. Berdasarkan hal tersebut diharapkan perawat atau tenaga medis yang bertugas hendaknya melakukan monitoring (pengukuran) suhu tubuh pasien stroke hemoragik sacara rutin sehingga hasil akhir yang lebih baik dapat diperoleh.


Kata Kunci : Suhu Tubuh, Outcome, GCS, Stroke Hemoragik
Daftar Bacaan : 24 buku, 6 jurnal, 4 internet (1996-2014)



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK