//

PENILAIAN INDEKS KERENTANAN FISIKRNWILAYAH PESISIR PANTAI BARAT – SELATAN ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Shinta Agustin - Personal Name
SubjectCOASTAL ENGINEERING
COASTAL ZONES
Bahasa Indonesia
Fakultas Prog. Studi Magister Teknik Sipil
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

PHYSICAL VULNERABILITY INDEX ASSESSEMENT OF SOUTH WEST COASTAL REGION OF ACEH Written By: Shinta Agustin NIM. 0909200060018 Supervising Commission: 1. Dr. Eng. Syamsidik, ST, M.Sc 2. Dr. Ir. Eldina Fatima, M.Sc, M. Eng ABSTRACT The sea level rise (Sea Level Rise/SLR) caused by climate change such as global warming and sea activities like the movement of waves and tides have caused damage in several coastal areas, also happen along the South West coast of Aceh. This natural phenomenon is difficult to avoid and effect to the various facets of life, especially in the South West coast of Aceh, where approximately 50% of the total population of Aceh live and has the activities in coastal areas which cause the level of vulnerability of coastal areas significantly alarming. The study of coastal vulnerability in the South West coast of Aceh focused on physical vulnerability index calculation with the method approach Coastal Vurnerability Index (CVI). The study was conducted by analyzing the variables that contribute to susceptibility value that is geomorphological conditions, the rate of coastline erosion-accretion, the slope of the beach, the relative level of SLR, the average significant wave height, and the tidal range. The CVI values contained in the form of vulnerability maps using ArcGIS program by leveling CVI into three levels, low, medium, and high. The vulnerability map is expected to provide useful information as a basis for preparing a draft coastal management as an effort to develop strategies for disaster risk reduction in the region of West – South coast of Aceh. Based on the analysis, obtained information that the areas included in the category of high levels of physical vulnerability as much as 22.52% were in the majority Aceh Besar, Aceh Jaya, West Aceh and South Aceh, the category as much as 26.61% was in South Aceh district, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, West Aceh, and Aceh Jaya, and the low category as 50.87% was in Singkil district, South Aceh, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Jaya and Aceh Besar. Keyword : coastal vulnerability index, sea level rise, CVI, coastal management PENILAIAN INDEKS KERENTANAN FISIK WILAYAH PESISIR PANTAI BARAT – SELATAN ACEH Oleh : Shinta Agustin NIM. 0909200060018 Komisi Pembimbing : 1. Dr. Eng. Syamsidik, ST, M.Sc 2. Dr. Ir. Eldina Fatimah, M.Sc, M.Eng ABSTRAK Kenaikan muka air laut (Sea Level Rise/SLR) yang disebabkan oleh perubahan iklim dunia berupa pemanasan global serta adanya aktivitas laut seperti pergerakan gelombang dan pasang surut telah menyebabkan terjadinya kerusakan di beberapa daerah pesisir pantai, begitu pula yang terjadi di sepanjang pantai Barat-Selatan Aceh. Fenomena alam ini sulit untuk dihindari dan memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan terutama di kawasan pesisir pantai Barat-Selatan Aceh, dimana sekitar 50% dari total penduduk Aceh hidup dan beraktifitas di kawasan pesisir yang menyebabkan tingkat kerentanan wilayah pesisir semakin mengkhawatirkan. Penelitian kerentanan pesisir di wilayah pantai Barat-Selatan Aceh difokuskan pada perhitungan indeks kerentanan fisik dengan pendekatan metode Coastal Vurnerability Indeks (CVI). Penelitian dilakukan dengan menganalisis variabel yang berkontribusi terhadap nilai kerentanan yaitu kondisi geomorfologi, tingkat akresi-erosi garis pantai, kemiringan pantai, tingkat SLR relatif, rata-rata tinggi gelombang signifikan, dan rentang pasang surut. Nilai CVI dituangkan dalam bentuk peta kerentanan dengan menggunakan Program ArcGIS dengan melakukan pengkelasan CVI menjadi tiga tingkatan yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Peta kerentanan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat sebagai dasar untuk menyiapkan suatu rancangan manajemen pantai (Coastal Management) sebagai upaya pengembangan strategi pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir pantai Barat-Selatan Aceh. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh informasi bahwa wilayah yang termasuk dalam kategori tingkat kerentanan fisik tinggi sebanyak 22,52% berada di sebagian Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Selatan, kategori sedang sebanyak 26,61% di sebagian Kabupaten Aceh Selatan, Abdya, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya, kategori rendah sebanyak 50,87% di Kabupaten Aceh Singkil serta sebagian Kabupaten Aceh Selatan, Abdya, Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Aceh Besar. Kata kunci : Indeks kerentanan pesisir, kenaikan muka air laut, CVI, manajemen pantai

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENILAIAN INDEKS KERENTANAN FISIKRNWILAYAH PESISIR PANTAI BARAT – SELATAN ACEH (Shinta Agustin, 2015)

KAJIAN KERENTANAN PANTAI (CVI) AKIBAT FAKTOR OSEANOGRAFI : STUDI KASUS PANTAI BARAT ACEH BESAR KAJIAN KERENTANAN PANTAI (CVI) AKIBAT FAKTOR OSEANOGRAFI : STUDI KAJIAN KERENTANAN PANTAI (CVI) AKIBAT FAKTOR OSEANOGRAFI : STUDI KASUS PANTAI BARAT ACEH BESAR KASUS PANTAI BARAT ACEH BESAR (Maulidya Ananda, 2021)

ANATOMI EKONOMI RUMAH TANGGA KAWASAN PESISIR DAN RUMAH TANGGA KAWASAN NON PESISIR DI KABUPATEN PIDIE (Elfrida Hanum, 2016)

KAJIAN PEMETAAN KERENTANAN FISIK WILAYAH PESISIR PANTAI UTARA – TIMUR ACEH (AGUS SUMARDI, 2019)

KOMUNITAS BINTANG LAUT (FILUM ECHINODERMATA) DI PERAIRAN PANTAI SABANG (Jufri Liadi, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy