//

PENYANDANG EPILEPSI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang mulya raisa - Personal Name
SubjectEPILEPSY
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Kedokteran
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Penyandang epilepsi memiliki prevalensi yang tinggi untuk terkena gangguan depresi dibandingkan dengan populasi umum. depresi adalah gangguan psikiatri yang paling sering terjadi pada penyandang epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara beberapa faktor risiko depresi pada penyandang epilepsi, yaitu lama menyandang dan frekuensi kejang. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dan sampel yang didapatkan adalah sebanyak 24 pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional survey. Data diperoleh dengan menggunakan kuisioner Beck Depression Inventory II. Data dianalisis dengan menggunakan uji Spearman untuk mengidentifikasi hubungan antara lama menyandang dan frekuensi kejang terhadap tingkat depresi pada penyandang epilepsi dengan derajat kemaknaan α = 0,05. Dari hasil analisis didapatkan bahwa lama menyandang (p = 0,078) mempunyai hubungan yang tidak bermakna dengan tingkat depresi dan frekuensi kejang (p = 0,003) mempunyai hubungan bermakna dengan tingkat depresi. Kata kunci: epilepsi, lama menyandang, frekuensi kejang, depresi ABSTRACT People with epilepsy have a higher prevalence of depressive disorder than the general population. Depression is the most frequent psychiatric comorbidity in people with epilepsy. The purposed of this research was to investigate the relationship between multiple risk factors for depression, specifically long-suffering and frequency of seizure. Research enrolled in Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh and samples obtained are 24 patients. The method used in this research is descriptive analytic with cross sectional survey. Data obtained by using the Beck Depression Inventory II questionnaire. Data was analyzed with Spearman test to identify the correlation between long-suffering and frequency of seizures with depression severity in people with epilepsy. Significance level α = 0,05. The results of the research indicated that long-suffering (p = 0,078) had the insignificant correlation with depression severity and frequency of seizure (p = 0,003) had the significant correlation with depression severity. Keywords: epilepsy, long-suffering, frequency of seizures, depression

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KUALITAS HIDUP PASIEN EPILEPSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH (Sri Agustina, 2019)

HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA, SIKAP PETUGAS MEDIS, DAN PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN BEROBAT PASIEN EPILEPSI (Maksalmena, 2015)

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENDERITA DAN GAMBARAN BANGKITAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA KASUS EPILEPSI DI ACEH (ARINA KHAIRU UMMAH, 2021)

KENAIKAN BERAT BADAN PENDERITA EPILEPSI ANAK YANG MENDAPATKAN MONOTERAPI ASAM VALPROATRNDI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Imami Rusli Putri, 2015)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) PASIEN EPILEPSI DI RSUDZA BANDA ACEH (CUT PRITA SHAFIRA, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy