//

PRARANCANGAN PABRIK FORMALIN DARI METANOL DAN UDARA DENGAN PROSES METAL OXYDE DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 40.000 TON/TAHUN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Syariful Maliki - Personal Name

Abstrak/Catatan

Pabrik formalin direncanakan akan dibangun di kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei Provinsi Sumatera Utara dengan kapasitas produksi sebesar 40.000 ton/tahun. Selain itu lahan yang dibutuhkan untuk areal pabrik dan perumahan karyawan seluas 72.930 m2. Produk formalin akan digunakan sebagai bahan pengawet oleh industri pengolah produk kayu yang tersebar di beberapa lokasi di Pulau Sumatera dan juga di ekspor ke Malaysia. Selain produk kayu formalin juga digunakan di industri pelumas, sintesis bahan kimia intermediet dan farmasi. Formalin memiliki sifat berbau tajam, berwarna bening, bereaksi dengan air membentuk metilen glikol dan bereaksi dengan asetaldehid di dalam larutan NaOH membentuk pantaerhytol dan sodium format. Proses yang digunakan untuk membuat formaldehid adalah Haldor Topsoe atau disebut juga dengan metal oxyde, karena menggunakan katalis jenis vanadium penta oksida. Selain itu katalis tersebut juga di dukung oleh oksida besi molibdenum. Proses Haldor Topsoe menggunakan reaktor jenis fix bed multitube dan air sebagai media pendingin untuk menyerap panas reaktor. Jumlah panas yang diserap oleh air adalah 1.927.104,6892 KJ/jam. Reaksi bersifat eksotermis yang dikendalikan pada suhu 300 0C dan tekanan 1,5 atm. Selain itu konversi yield formaldehid berkisar antara 88 – 92 %. Gas formaldehid yang telah terbentuk akan diserap dengan air di kolom absorbsi didukung oleh packing jenis ceramic rascig ring ukuran 50 mm. Hasil perhitungan Nilai Fixed Capital Investment (FCI) yang diperoleh dari hasil perhitungan ialah sebesar Rp 229.648.051.298,-. Working Capital Investment (WCI) yang diperoleh dari hasil perhitungan ialah sebesar Rp 40.526.126.700,- Berdasarkan hasil perhitungan antara Fixed Capital Investment (FCI) dan Working Capital Investment (WCI) diperoleh nilai Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp 270.174.177.998,-. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh keuntungan total senilai Rp 410.230.486.971,-, dengan rincian keuntungan kotor sebesar Rp 84.953.592.489,- dan keuntungan bersih sebesar Rp 63.715.194.367,-. Break event point (BEP) adalah suatu keadaan dimana dalam operasinya perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai BEP sebesar 45,12%. Laju pengembalian modal atau rate of return diperoleh dari perbandingan antara laba yang diperoleh setiap tahun terhadap total investasi senilai 23,58%. Pay out time atau waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal yang telah digunakan adalah 3,9 tahun. Tingkat suku bunga (Internal rate of return) dari proyek yang akan dijalankan dalam jangka waktu yang telah ditentukan sebesar 35,81 %.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PRARANCANGAN PABRIK FORMALIN DARI METANOL DAN UDARA DENGAN PROSES METAL OXIDE CATALYST KAPASITAS PRODUKSI 25.000 TON/TAHUN (INTAN MUTIA, 2020)

PRARANCANGAN PABRIK FORMALIN DARI METANOL DAN UDARA MENGGUNAKAN PROSES HALDOR TOPSOE DENGAN KAPASITAS 25.000 TON PER TAHUN (Muhammad Haikal , 2016)

PRARANCANGAN PABRIK FORMALIN DARI METANOL DAN UDARA MENGGUNAKAN PROSES HALDOR TOPSOE DENGAN KAPASITAS 25.000 TON PER TAHUN (M. Salman Fauzan, 2016)

PRARANCANGAN PABRIK METANOL DARI GASIFIKASI BATUBARA DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 500.000 TON/TAHUN (JEFRI ANTONI, 2021)

PRARANCANGAN PABRIK METANOL DARI GASIFIKASI BATUBARA DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 500.000 TON/TAHUN (MUHAMMAD FADLI, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy