//

KAJIAN MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF BERDASARKAN ANALISA CONSUMER SURPLUS DALAM EKONOMI TRANSPORTASI(STUDI KASUS RUAS JALAN BANDA ACEH – KRUENG RAYA – LAWEUNG – SIGLI)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang T. Ikhsan - Personal Name
SubjectROADS-ENGINEERING
ROADS-AREA PLANNING
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Pascasarjana
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

Ruas jalan Banda Aceh – Krueng Raya – Laweung – Sigli merupakan jalan alternatif yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Sigli selain ruas jalan eksisting Banda Aceh – Seulimum – Sigli. Ruas jalan alternatif mempunyai panjang total sekitar 105 km melalui pesisir pantai dan lereng kaki gunung Seulawah. Ruas jalan tersebut belum sepenuhnya beraspal sehingga kurang diminati oleh para pengendara dalam memilih jalur tersebut. Mengingat ruas jalan eksisting yang panjang total nya sekitar 112 km, seharusnya baik pengendara angkutan pribadi, angkutan umum serta angkutan barang yang melalui jalur darat lebih memilih ruas jalan alternatif karena mempunyai selisih jarak 7 km. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manfaat bagi pengguna jalan dengan metode consumer surplus dan persepsi masyarakat ditinjau dari segi ekonomi berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), penghematan nilai waktu dan mengevaluasi kelayakan ekonomi berdasarkan Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Ekonomic Internal Rate Return (EIRR) dan Analisis Sensitivitas. Hasil analisa data waktu perjalanan rata-rata yang dibutuhkan untuk ruas jalan eksisting adalah 2,49 jam setiap kali perjalanan. Waktu perjalanan rata-rata pada ruas jalan alternatif untuk setiap kali perjalanan adalah 2,14 jam, sehingga mempunyai manfaat penghematan waktu dari pembangunan jalan alternatif ini adalah 0,35 jam seiap kali perjalanan. Penghematan nilai waktu sebesar Rp. 27.284/jam untuk mobil penumpang, Rp. 180.112/jam untuk bus dan Rp. 18.976/jam untuk truk, sedangkan untuk BOK sebesar Rp. 258/km untuk mobil penumpang, Rp. 858/km untuk truk dan Rp. 1.084/km untuk bus. Berdasarkan evaluasi ekonomi pembangunan jalan ini pada tahun ke 13 (tahun 2028) sejak jalan dibuka sudah memenuhi standard kelayakan ekonomi dengan discount rate 10% dan 12%. Pada discount rate 10% didapat nilai BCR 1,27, NPV Rp. 70.387.239.000, pada discount rate 12% didapat nilai BCR 1,13, NPV Rp. 30.821.901.000, dan nilai EIRR didapat pada discount rate 14,04% atau pada nilai NPV = 0. Kata Kunci : Jalan Eksisting, Jalan Alternatif, kelayakan ekonomi, Consumer Surplus, Persepsi masyarakat

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KAJIAN MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF BERDASARKAN ANALISA CONSUMER SURPLUS DALAM EKONOMI TRANSPORTASI(STUDI KASUS RUAS JALAN BANDA ACEH – KRUENG RAYA – LAWEUNG – SIGLI) (T. Ikhsan, 2015)

KAJIAN KELAYAKAN PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF KUALA TUHA – LAMIE BERDASARKAN ANALISA CONSUMER SURPLUS (ZAHROEL BARADY, 2017)

KAJIAN KELAYAKAN PENINGKATAN JALANRNBERDASARKAN ANALISA NILAI EKONOMI TRANSPORTASIRN(STUDI KASUS PADA JALAN T. ISKANDAR KOTA BANDA ACEH MENUJURNBANDARA INTERNASIONAL SULTAN ISKANDAR MUDA (SIM)) (FAHRIZA ZULFAN, 2015)

KAJIAN KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN JALAN BATAS KOTA TAPAKTUAN – BAKONGAN (Khuzaifah, 2017)

STUDI BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DAN NILAI WAKTU PERJALANAN RUAS JALAN SIMPANG WER LAH – SIMPANG LANCANG KABUPATEN BENER MERIAH (Mudji Burrahman, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy