//

PENGARUH PERSENTASE POPULASI BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KOL BUNGA (BRASISSCA OLARACEAE VAR. BOTRYTIS L.) DALAM SISTEM TUMPANGSARI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang gurlianda - Personal Name

Abstrak/Catatan

RINGKASAN GURLIANDA,“Pengaruh Persentase Populasi Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kol Bunga Dalam Sistem Tumpangsari” (di bawah bimbingan Trisda Kurniawan sebagai pembimbing utama dan Jumini sebagai pembimbing anggota). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase populasi bawang merah dalam sistem tumpangsari dengan kol bunga yang memberikan produksi dan keutungan paling tinggi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2014 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Banda Aceh. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial dengan 6 ulangan. Penelitian ini menggunakan 2 tanaman yaitu kol bunga dan bawang merah dan memiliki 4 pola tanam sehingga terdapat 24 plot percobaan. Penelitian ini menggunakan 4 taraf penanaman akibat persentase populasi bawang merah dalam sistem tumpangsari dengan kol bunga yaitu: kol bunga 100%, kol bunga 75%:25% bawang merah, kol bunga 50%:50% bawang merah, kol bunga 25%:75% bawang merah. Peubah yang diamati pada tanaman kol bunga yaitu: tinggi tanaman umur 20 dan 40 HST, jumlah daun umur 20 dan 40 HST, bobot kol bunga beserta daun, bobot kol bunga tanpa daun, sedangkan untuk tanaman bawang merah yaitu: tinggi tanaman umur 20 dan 40 HST, jumlah daun umur 20 dan 40 HST, bobot berangkasan basah dan bobot umbi kering. Peubah lain yang diamati yaitu: Nilai kesetaraan lahan dan nilai ekonomi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan persentase populasi bawang merah dalam sistem tumpangsari dengan kol bunga berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman kol bunga umur 40 HST, jumlah daun umur 20 dan 40 HST, bobot beserta daun dan bobot tanpa daun, akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 20 HST. Sedangkan hasil analisis ragam untuk tanaman bawang merah, berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 20 dan 40 HST, jumlah daun umur 20 dan 40 HST, bobot berangkasan basah dan bobot umbi kering. Nilai nisbah kesetaraan lahan dan nilai nisbah ekonomi lahan tertinggi akibat pengaruh persentase populasi bawang merah yang ditumpangsarikan dengan kol bunga di jumpai pada perlakuan kol bunga 75%: 25% bawang merah dengan nilai masing-masing 1.09 dan 1.01.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Nuni afrina, 2021)

PENGARUH PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP FASE MITOSIS SEL AKAR ALLIUM ASCALONICUM L. DAN ALLIUM CEPA L. (Rosnita Dwi Alafani, 2016)

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) DI KECAMATAN BANDA BARO, KABUPATEN ACEH UTARA (DAHLIANAWATI, 2020)

PENGARUH JARAK TANAM DAN JUMLAH UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) (Syarifah Nazhira, 2014)

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG (ALLIUM ASCALONICUM L.)SEBAGAI EFEK PEMBERIAN PUPUK KOMPOS KIRINYUH (CHROMOLENA ODORAT) DAN PUPUK NPK (syarfianda, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy