//

POTENSI ALELOPATI CAIRAN PERASAN GULMA SEBAGAI HERBISIDA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Aidil Amar - Personal Name

Abstrak/Catatan

POTENSI ALELOPATI CAIRAN PERASAN GULMA SEBAGAI HERBISIDA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Aidil Amar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh potensi alelopati dari gulma jenis alang-alang (Imperata cylindrica), teki (Cyperus rotundus) dan rumput grinting (Cynodon dactylon) yang berpotensi sebagai herbisida hayati untuk mengendalikan gulma pada tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Gulma dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bulan Mei sampai Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan (kontrol, konsentrasi perasan alang-alang 10%, 20%, konsentrasi perasan teki sebanyak 10%, 20%, konsentrasi perasan rumput grinting 10%, 20%). Peubah yang diamati meliputi persentase pengendalian gulma bayam duri (Amaranthus spinosus), persentase pengendalian gulma Jejarongan (Chloris barbata), bobot berangkasan basah gulma bayam duri (A spinosus), bobot berangkasan basah gulma jejarongan (C barbata), bobot berangkasan kering gulma bayam duri (A spinosus), bobot berangkasan kering gulma jejarongan (C barbata), keracunan tanaman, persentase kematian tanaman, tinggi tanaman kedelai, jumlah biji per tanaman kedelai dan bobot biji per tanaman kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa jenis perasan gulma berpengaruh terhadap tingkat keracunan tanaman pada 21 hari setelah aplikasi (HSA), pengendalian gulma bayam duri (A spinosus), dan jejarongan (C barbata). Sedangkan pemberian beberapa cairan perasan gulma dengan konsentrasi 10%, 20% tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, bobot berangkasan basah gulma bayam duri (A spinosus), bobot berangkasan basah gulma jejarongan (C barbata), bobot kering gulma bayam duri (A spinosus), bobot kering gulma jejarongan (C barbata), kematian tanaman, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman. POTENTIAL OF EKSTRACTION ALELOPATI AS BIOLOGICAL HERBICIDE WEEDS FOR WEED CONTROL IN CROP SOYBEAN (Glycine max L.) Aidil Amar1, Siti Hafsah2, Hasanuddin2 1Alumni Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala 2Tenaga Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala ABSTRACT This study aims to determine the effect of the potential residues of weed types reeds (Imperata cylindrica), sedges (Cyperus rotundus) and bermuda (Cynodon dactylon) are potentially as biological herbicides to control weeds in soybean plants. This research was conducted at the Laboratory of Weed Science and the experiment station of Agriculture Faculty UNSYIAH Banda Aceh in May to August 2014. This study uses a completely randomized design (CRD) non factorial with 7 treatments and 3 replications (controls, reeds juice concentration of 10%, 20%, the concentration of sedges juice as much as 10%, 20%, the concentration of bermuda grass juice 10%, 20% ). The parameters observed percentage of weed control spiny amaranth (Amaranthus spinosus), the percentage of weed control windmill (Chloris barbata), the weight of the wet weed spiny amaranth (A spinous), the weight of the wet weed windmill (C barbata), weight dry of spiny amaranth (A spinous), weight dry of windmill (C barbata), crops toxic, the percentage of deaths crops, height of soybean plant, number of seeds per soybean plant and weight of soybean seed per plant. The results showed that administration of some types of juice weeds affect the toxicity of plants at 21 days after application (HSA), control spiny amaranth weed (A spinous), and windmil (C barbata). While giving some weed juice liquid with a concentration of 10%, 20% showed no significant effect on plant height, weight of wet weed spiny amaranth (A spinous), the weight of the wet weed windmill (C barbata), weight of dry weed spiny amaranth (A spinous), weight of dry weeds windmill (C barbata), the death of the plant, number of seeds per plant and seed weight per plant.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

APLIKASI HERBISIDA OXYFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN BERVARIASI DOSIS DALAM MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (Anuar Ramut, 2021)

POTENSI ALELOPATI BEBERAPA GULMA SEBAGAI BIOHERBISIDA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L) (Aca Faanthir, 2015)

EFIKASI CAMPURAN HERBISIDA PENDIMETHALIN DAN SULFENTRAZONE TERHADAP GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) (Aris Setiawan, 2020)

PENGARUH DOSIS HERBISIDA OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN TERHADAP PERUBAHAN KOMPOSISI GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) (Yoga Agustiawan, 2019)

EFIKASI HERBISIDA GLIFOSAT TERHADAP BEBERAPA JENIS GULMA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (rahmayani, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy