//

PENGARUH PERBANDINGAN PELARUT DAN SUHU TERHADAP EKSTRAKSI ANTOSIANIN DARI UBI JALAR UNGU (IPOMEA BATATAS L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI CAIRAN BERTEKANAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Tyas Dwi Rahayu - Personal Name
Fakultas Fakultas Pertanian
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

PENGARUH PERBANDINGAN PELARUT DAN SUHU TERHADAP EKSTRAKSI ANTOSIANIN DARI UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI CAIRAN BERTEKANAN Tyas Dwi Rahayu1, Nida El Husna 2, Melly Novita2 1Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah – Banda Aceh 2Staf Pengajar Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Unsyiah, Banda Aceh ABSTRAK Penggunaan zat warna dewasa ini sangat luas pada industri pengolahan pangan baik makanan maupun minuman karena dapat memberikan daya tarik pada konsumen. Zat warna sintetik sering digunakan dalam pengolahan pangan namun zat warna sintetik memberikan dampak negatif bagi kesehatan, sehingga diperlukan pewarna alami alternatif seperti antosianin pada ubi jalar ungu. Ekstraksi cairan bertekanan (Pressured Liquid Extraction, PLE) merupakan metode ekstraksi yang cepat dan efisien untuk ekstraksi antosianin. Untuk memperoleh hasil maksimal, ekstraksi cairan bertekanan memerlukan tekanan, suhu serta perbandingan pelarut yang tepat. Ketiga faktor tersebut mampu membuat tingkat polaritas pelarut mendekati polaritas antosianin sehingga zat tersebut dapat diekstrak dengan maksimal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAL) pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah perbandingan pelarut (air:etanol) (P) yang terdiri atas 4 taraf yaitu P1= 100:0, P2 = 60:40, P3 = 40:60 dan P4 = 0:100. Faktor kedua adalah suhu ekstraksi (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu T1 = 100oC, T2 = 110oC, dan T3 = 120oC. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan pelarut etanol menyebabkan peningkatan kandungan antosianin dan intensitas warna namun tidak meningkatkan aktivitas antioksidan ekstrak antosianin ubi jalar ungu. Ekstrak antosianin ubi jalar ungu yang dihasilkan memiliki rendemen ekstrak (40,34% – 62,43%), kandungan antosianin (81,54 mg/L – 1084,87 mg/L), aktivitas antioksidan (60,56% - 85,05%), dan intensitas warna (0,13 – 0,56). Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu ekstraksi 100oC dan perbandingan pelarut (air:etanol) 0:100 dengan hasil rendemen ekstrak(46,29%) dan rendemen antosianin (1,298 mg/g), kandungan antosianin (1084,87 mg/L), aktivitas antioksidan (68,04%), dan intensitas warna (0,56). Kata kunci : Ubi jalar ungu, antosianin, ekstraksi cairan bertekanan, pelarut (air:etanol). The Effect of Solvent Ratio Extraction and Temperature on Antocyanin Extract of Purple Sweet Potato (Ipomea Batatas L.) by Using Pressured Liquid Extraction (PLE) Method Nowadays, the usage of food colourants is widely implemented in food industries for food products and beverages, due to its capability in making attraction to the consumers. Synthetic food colourants are commonly used in food industries, but it can cause negative impact to the health, so that it is required to produce alternative natural fodd colourants, such as anthocyanin from purple sweet potato. Pressurized Liquid Extraction (PLE) is a quick and efficient method for anthocyanin extraction. To obtain maximum result, pressurized liquid extraction requires the right comparison of pressure, temperature and solvent. These three factors are able to create a polarity level is much closer to anthocyanin’s polarity, so that anthocyanin can be extracted maximally. The design of this study was arranged by a completely randomized design (CRD) factorial with consisted two (2) factors. The first factor was solvent ratio (water:ethanol) (P) which was consisted of four levels; P1 = 100: 0, P2 = 60:40, P3 = 40:60 and P4 = 0: 100. The second factor was extraction temperature (T), which was consisted of three levels; T1 = 100oC, T2 = 110oC, and T3 = 120oC. Each treatment was repeated three times to obtain 36 units. The results showed that the higher addition of ethanol caused the more increase of anthocyanins content, and color intensity, but there was not increase in antioxidant activity of the extraction. Anthocyanin extraction of purple sweet potato had yield extract about 40.34% - 62.43%, anthocyanin content 81.54 mg/L - 1084.87 mg/L, antioxidant activity 60.56% - 85.05 %, and color intensity 0.13 to 0.56. The best treatment was achieved at temperature 100oC and solvent ratio between waterðanol 0:100 with yield extract 46.29% and yield anthocyanins 1,298 mg/g, anthocyanin content 1084.87 mg/L , antioxidant activity 68.04%, and color intensity 0.56. Keywords: purple sweet potato, anthocyanin extraction, solvent ratio (water: ethanol)

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMBUATAN SERBUK ANTOSIANIN UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN DAN SUHU PENGERINGAN (Munirayati, 2016)

EKSTRAKSI ANTOSIANIN BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) METODE ULTRASONIK (Muhammad Mesa Tamamy, 2017)

MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI ACEH DALAM MEDIA SITRAT KUNING TELUR DENGA PENAMBAHAN EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L. POIR) SETELAH PEMBEKUAN (Era Fadillah, 2019)

PEMBUATAN DODOL DENGAN VARIASI KONSENTRASI GULA DAN PERBANDINGAN TEPUNG UBI JALAR UNGU DENGAN TEPUNG KETAN (Riska, 2016)

MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI ACEH DALAM MEDIA SITRAT KUNING TELUR DAN SUSU SKIM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L. POIR) SETELAH PEMBEKUAN (AENDA PUTRINA S. TORONG, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy