//

UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAY (ALLIUM CEPA L. VAR. CEPA)TERHADAP ISOLAT KLINIS CANDIDA ALBICANS

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rahmad Winandar - Personal Name
SubjectMEDICINAL PLANTS
ONION
ESSENTIAL OIL
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Kedokteran
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Candida albicans merupakan salah satu jamur penyebab infeksi oportunistik pada manusiadan telahdilaporkan resisten terhadap beberapa golongan obat antijamur. Penggunaan bahan baku tumbuhan sebagai agen antimikroba dapat mencegah resistensi antimikroba. Bawang Bombay (Allium cepa L.Var. Cepa) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung komponen senyawa sulfur yang disebut thiosulfinate atau isothiocyanates. Senyawa tersebut diketahui memiliki efek antibakteri maupun antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur minyak atsiri bawang Bombay terhadap isolat klinis C. albicans. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan (konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15% dan 20%) dan 1 kelompok kontrol negatif (akuades dan Tween 80) dengan 4 kali pengulangan. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan minyak atsiri bawang Bombay tidak memiliki daya hambat terhadap isolat klinis C. albicans. Kata Kunci : Candida albicans, Allium cepa L. Var. Cepa, difusi cakram. ABSTRACT Candida albicans is one of the fungi that cause opportunistic infections in humans and reported resistant to several classes of antifungal drugs. The use of natural products as an antimicrobial agent can prevent antimicrobial resistance. Onion (Allium cepa L. Var. Cepa) is one of the plants that contain sulfur compounds component called thiosulfinate or isothiocyanates. These compounds are known to have antibacterial and antifungal effects. The aims of this study was to determine the antifungal activity of the essential oil of onion against clinical isolates of C. albicans. This study used a completely randomized design (CRD), which consists of five treatment groups (concentration of 1%, 5%, 10%, 15% and 20%) and one negative control group (distilled water and Tween 80) with 4 repetitions. Antifungal activity test was conducted by using Kirby-Bauer disc diffusion method. The results showed that onion essential oil has no inhibitory effect on clinical isolates of C. albicans. Keyword : Candida albicans, Allium cepa L. Var. Cepa, disc diffusion.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

UJI DAYA HAMBAT MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAYRN(ALLIUM CEPA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN METHICILLIN-RNRESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA)RNSECARA IN VITRO (Erlinda Ramona Putri, 2014)

UJI AKTIVITAS ANTIBIOFILM MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE) VARIETAS RUBRUM TERHADAP ISOLAT KLINIS CANDIDA ALBICANS (Rizki Puji Isnanda, 2017)

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM LINN) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS ISOLAT KLINIS (Nindaryani, 2017)

PENGARUH PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP FASE MITOSIS SEL AKAR ALLIUM ASCALONICUM L. DAN ALLIUM CEPA L. (Rosnita Dwi Alafani, 2016)

UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA (CHRISTM.) SWINGLE) TERHADAP ISOLAT KLINIS CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO (Wahyu Desriana Putri, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy